Pages

Rabu, 26 Oktober 2011

Hindari Strategi SpillOver di Jaringan Darat (Offline)

Pernahkah anda mendengar kata SpillOver ?

Kalau anda memperhatikan iklan penawaran bisnis-bisnis MLM Online, anda akan membaca mengenai SpillOver. SpillOver adalah memberikan downline baru, ke bawah dowline lain yang sudah ada sebelumnya. Teknik membangun jaringan dengan SpillOver sudah marak di dunia internet. Berbondong-bondong calon downline baru bergabung di jaringan milik leader yang jago rekrutment, dengan harapan mendapatkan kucuran downline seperti hujan turun dari langit.

Nah, bagaimana sekarang dengan jaringan Darat ? Apakah strategi SpillOver ini dapat digunakan ? Tentu dapat !, tapi saya sarankan JANGAN. Strategi ini di masa depan akan menjadi bumerang yang dapat menghancurkan jaringan anda. Saran ini berasal dari pengalaman masa lalu ketika saya membangun jaringan online dan juga offline.

Jaman dulu, saya membangun jaringan di darat dengan cara yang sama ketika membangun jaringan internet. Katakan saya berhasil merekrut seseorang bernama A. Dan si A ini setuju untuk mendaftar esok hari di stockist menjadi anggota group saya. Cepat-cepat siang ini saya menghubungi teman lain yang bernama si B. "Hallo B, tahu nggak bahwa si A besok akan bergabung mendaftar jadi downline saya. Sekarang saya tawari kamu untuk gabung juga besok, dan si A ini akan saya tempatkan jadi downline kamu. Mau atau tidak ?". Pasti lah si B akan setuju dan besok akan mendaftar jadi anggota group saya.

Tapi hal ini tidak berakhir disini. Saya lalu menghubungi teman lain yang bernama si C. Si C ini adalah orang yang paling sulit yang saya ajak bergabung. "Hallo C, saya mau kasih tahu. Besok si A dan si B akan menjadi downline saya, dan mendaftar di stockist. Ini kesempatan kamu, ayo bergabung sekalian besok. Dan si A dan si B ini saya jadikan downline kamu. Mau atau tidak ?". Anehnya, walau kemarin dia selalu menolak diajak bergabung, tapi kalau diberi 2 downline seperti ini dia akan setuju gabung. Maka dalam satu hari saya sudah mendapatkan 3 downline sekaligus. Itu cara saya ketika memakai strategi SpillOver di jaringan darat.

Jaringan Darat runtuh karena SpillOver.


Awalnya saya mampu membangun jaringan dengan cepat. Tanpa saya sadari, saya mendidik mereka bahwa MLM itu mudah, sebab nanti saya yang akan mencarikan downline buat mereka. Efeknya baru akan muncul dalam 4 atau 5 bulan ke depan. Setelah lewat 5 bulan, tentunya jaringan saya mulai besar dan mulai memperhatikan kaki jaringan saya yang lain. Jaringan si A, B dan C ini mulai tidak terurus. Tapi mereka tetap minta saya terus mengurus mereka. Suatu kali si C berkata kepada saya, "Pak, kok sudah 5 bulan ikutan MLM, bonus saya kecil begini ? Bapak juga sudah tidak memberikan downline lagi ke jaringan saya. Bagaimana jaringan saya bisa besar ? Kalau disuruh rekrut sih saya tidak mampu, pak !".

Masalah di atas baru satu masalah. Timbul masalah lain yang tidak saya sadari sebelumnya. Yaitu tidak adanya leader lain yang bisa menolong saya di jaringan. Semua pertanyaan mulai dari marketing plan hingga produk, ditanyakan kepada saya. Semua downline di semua level menghubungi saya, sebab mereka direkrut langsung oleh saya. Mereka ini tidak mengenal upline yang saya berikan SpillOver, mereka hanya mau komunikasi dengan saya. Telepon saya tidak pernah berhenti berbunyi, dan puluhan SMS masuk ke HP saya.

LUARBIASA, saya bisa hancur kalau begini terus.


Inilah masalah saya :

1. Jaringan tidak bisa berkembang lagi, sebab semua hanya tahu diberikan downline oleh upline mereka dengan cara SpillOver.

2. Duplikasi tidak jalan. Sebab mereka semua tidak tahu cara melakukan rekrutment, dan tidak bisa membina jaringan.

3. Mereka bertanya mengenai bisnis dan produk, langsung ke saya. Tidak ke upline di atas mereka yang tidak mereka kenal. Akibatnya saya terus-menerus bekerja sebagai customer service untuk jaringan saya.

Lama-kelamaan saya sakit, dan mulai memikirkan kembali bisnis ini. Apa yang salah dengan saya ? Kenapa bisnis MLM jadi ruwet begini ? Katanya bisa jalan-jalan dan liburan, tapi kok jadi jauh lebih sibuk dibandingkan kerja kantoran ?

Setelah lama melakukan evaluasi diri, saya mulai membenahi jaringan saya kembali. Saya merekrut dengan cara mendidik satu-persatu downline saya. Target saya adalah setiap downline yang bergabung di group saya harus memiliki dream mereka sendiri, memiliki kemampuan rekrutment sendiri dan mampu menjalankan rencana pengembangan jaringan mereka. Kelak group baru yang saya rintis ini bisa berkembang sendiri, seperti menanam pohon yang nantinya berbuah sendiri. Akhirnya terjadi duplikasi, dan group saya bisa berkembang tanpa saya awasi lagi. Bonus mulai meledak, dan saya bisa mengajak liburan isteri dan anak-anak berlibur menikmati hasil bisnis MLM yang saya rintis sendiri.

Diposting di http://www.kaskus.us/showthread.php?t=11129779

Kenapa Banyak Orang Gagal Membangun Jaringan ?

Teman-teman yang luarbiasa, mari kita gunakan thread ini untuk fokus membahas masalah Jaringan. Silakan kita membabarkan problem network building disini, bagaimana kesukarannya dan solusi praktisnya di lapangan.

Kenapa Gagal Membangun Jaringan ?

Apakah yang terpenting dalam bisnis pemasaran jaringan ?

Perusahaan yang hebat, tidak punya utang, dan memiliki cabang di 20 negara ? Atau produk-produk luarbiasa yang mampu meningkatkan kesehatan banyak orang dan pastinya dibutuhkan oleh banyak orang ? Atau kehebatan marketing plan yang hanya membutuhkan 2 kaki dan bisa memberikan bonus mobil mewah dan tour sekeluarga ke luarnegeri ?.

Semua itu penting dan diperlukan. Tapi tahukah anda, kenapa anda diberi semua hadiah dan kemewahan itu ? Jawabannya cuma satu : mereka meminta anda membangun jaringan pemasaran untuk perusahaan itu. Itu masalahnya. Tanpa pemasaran yang lebar, dan kuat -- yang mampu menyerap omzet milyaran perbulan, mustahil anda mendapatkan semua yang dijanjikan perusahaan.

Jadi buat saya: yang terpenting adalah anda, dan jaringan anda..

Tanpa jaringan yang kuat, lebar dan mendalam -- maka perusahaan tidak akan menghargai anda. Dan lupakan semua fasilitas, uang, bonus, tour luarnegeri tadi. Modal anda adalah kemampuan untuk membangun jaringan.

Tapi kenapa di lapangan, banyak orang yang gagal memulai MLM ?.

Jawabannya cuma satu, mereka fokus ke arah yang salah. Mereka kurang fokus di masalah membangun jaringan. Jadi inilah alasan kegagalan yang pertama, mereka kurang fokus. Ada yang terlalu sibuk berjualan, ada yang terlalu sibuk menghadiri pertemuan-pertemuan, dan sebagainya. Tapi kurang dalam konsentrasi perekrutan downline baru dan membina jaringan baru.

Kalau anda adalah seorang leader MLM, tekankan selalu kepada group anda bahwa fokus utama dan terutama adalah membangun jaringan. Barulah setelah ini dikerjakan, anda dan team boleh mengikuti acara bisnis lain seperti pertemuan-pertemuan produk dsb.

Lalu ajarkan kepada downline-downline anda, bagaimana cara merekrut downline baru dengan cepat. Perhatikan bahwa semangat seorang networker akan habis dalam waktu satu tahun !, anda disarankan membaca buku berjudul "Tahun Pertama di Network Marketing". Maka, setelah anda merekrut downline baru, AJARKAN mereka cara merekrut dan membina jaringan. Masalah ini biasanya yang jadi kendala ! Karena tidak setiap leader mau dan bisa mengajar.

Inilah prinsip kedua yang menyebabkan kegagalan membangun jaringan, yaitu PENGAJARAN kepada downline. Ajarkan, ajarkan, ajarkan.

Banyak leader yang terjebak hanya menghabiskan waktu untuk motivasi, terjebak menghabiskan waktu untuk pengenalan produk. Itu tidak salah, namun downline anda membutuhkan panduan step-step apa yang harus dikerjakan secara praktis saat ini. Usahakan dalam tahun pertama, downline anda sudah bisa mendapatkan bonus Rp 5.000.000 mereka yang pertama. Jika ini tercapai, yakinlah bahwa dia akan mampu mengembangkan jaringannya sendiri tanpa anda awasi lagi.

Ketiga dan yang terakhir adalah beri target downline anda untuk melakukan perekrutan dengan cepat. Jadi setelah downline anda FOKUS, lalu DIAJAR, maka yang terakhir adalah mempraktekkan ilmunya untuk merekrut. Kalau saya akan memberi target, dalam bulan pertama mereka harus mendapatkan 3 downline baru yang sudah sign-up. Itu target-nya. Dan semua downline-downline di bawah mereka juga harus mampu merekrut 3 downline baru dalam bulan pertama di MLM.

Fokus, Ajar, Target. Ketiga hal ini duplikasikan kepada group anda. Minta mereka fokus dan jadikan sasaran utama. Setelah ini dipahami baru boleh ikut pertemuan-pertemuan yang lain yang diadakan perusahaan. Saran saya, jangan bawa downline anda bertemu jaringan-jaringan lain selama mereka belum memiliki downline sama sekali, dan belum menguasai ilmu membangun jaringan.

Salam dahsyat.

Diposting di http://www.kaskus.us/showthread.php?t=11129779

Sabtu, 26 Maret 2011

Doa Seorang Ayah

Doa untuk Putraku
(Jenderal Douglas MacArthur)






Tuhanku...

Bentuklah puteraku menjadi manusia yang cukup kuat untuk mengetahui kelemahannya.
Dan, berani menghadapi dirinya sendiri saat dalam ketakutan.
Manusia yang bangga dan tabah dalam kekalahan.
Tetap Jujur dan rendah hati dalam kemenangan.

Bentuklah puteraku menjadi manusia yang berhasrat mewujudkan cita-citanya
dan tidak hanya tenggelam dalam angan-angannya saja.
Seorang Putera yang sadar bahwa
mengenal Engkau dan dirinya sendiri adalah landasan segala ilmu pengetahuan.


Tuhanku...

Aku mohon, janganlah pimpin puteraku di jalan yang mudah dan lunak.
Namun, tuntunlah dia di jalan yang penuh hambatan dan godaan, kesulitan dan tantangan.

Biarkan puteraku belajar untuk tetap berdiri di tengah badai dan senantiasa belajar
untuk mengasihi mereka yang tidak berdaya.

Ajarilah dia berhati tulus dan bercita-cita tinggi,
sanggup memimpin dirinya sendiri,
sebelum mempunyai kesempatan untuk memimpin orang lain.


Berikanlah hamba seorang putra
yang mengerti makna tawa ceria
tanpa melupakan makna tangis duka.

Putera yang berhasrat
Untuk menggapai masa depan yang cerah
namun tak pernah melupakan masa lampau.

Dan, setelah semua menjadi miliknya...
Berikan dia cukup Kejenakaan
sehingga ia dapat bersikap sungguh-sungguh
namun tetap mampu menikmati hidupnya.


Tuhanku...

Berilah ia kerendahan hati...
Agar ia ingat akan kesederhanaan dan keagungan yang hakiki...
Pada sumber kearifan, kelemahlembutan, dan kekuatan yang sempurna...
Dan, pada akhirnya bila semua itu terwujud,
hamba, ayahnya, dengan berani berkata "hidupku tidaklah sia-sia"