Rabu, 07 Januari 2009

Aku Tidak Memilih Menjadi INSAN BIASA



Tahun 2001, saya dan isteri mengikuti pelatihan motivasi luarbiasa dari perusahaan network marketing Forever Young Indonesia. Acara ini dibawakan di Cimahi, Bandung. Pelatihnya adalah trainer dan motivator dahsyat bernama pak Iwan.

Satu puisi yang menjadi pondasi semangat jiwa adalah "Aku tidak memilih menjadi Insan Biasa" yang digubah oleh Dean Alfange. Konon banyak orang yang dipulihkan semangatnya setelah membaca dan merenungkan isi puisi ini. Ada orang yang dulunya hampir bunuh diri, tiba-tiba disadarkan oleh puisi ini dan berjuang kembali meraih sukses dalam kehidupan.

Dan puisi ini dihapalkan oleh semua peserta pelatihan yang bernama I CAN tadi. Selamat membaca dan merenungkan.

--
Aku Tidak Memilih Menjadi INSAN BIASA


Aku tidak memilih menjadi insan biasa
Memang hakku untuk menjadi luar biasa
Aku mencari kesempatan, bukan perlindungan.
Aku tidak ingin menjadi warga yang terkungkung
Rendah diri dan terpedaya karena dilindungi pihak berkuasa
Aku siap menghadapi resiko terencana
Berangan-angan dan membina
Untuk gagal dan sukses

Aku menolak menukar insentif dengan derma
Aku memilih tantangan hidup daripada derma
Aku memilih tantangan hidup daripada kehidupan yang terjamin,
Kenikmatan mencapai sesuatu, bukan utopia yang basi.
Aku tidak akan menjual kebebasanku,
Tidak juga kemuliaanku untuk mendapatkan derma

Aku tidak akan merendahkan diri
Pada sembarang atasan dan ancaman.
Sudah menjadi warisanku untuk berdiri tegak, megah dan berani
Untuk berpikir dan bertindak untuk diri sendiri
Untuk meraih segala keuntungan hasil kerja sendiri
Dan untuk menghadapi dunia dengan berani dan berkata:
“Ini telah kulakukan!”
segalanya ini memberikan makna seorang insan

Den Alfange
(Perancis)

Senin, 22 Desember 2008

Menjawab sebuah Keberatan.




Salam sukses !.

Teman-teman yang luarbiasa, saya ingin menyumbangkan sedikit tulisan mengenai Bekal BO (business opportunity). Biasanya dalam BO kita akan menemui pertanyaan-pertanyaan yang sulit di jawab, nah saya coba menguraikan satu demi satu masalah yang bisa timbul beserta solusinya. Semoga bisa berguna dan membuat diri anda semakin percaya diri (Pede).

Kesalahpahaman : "Di MLM, Upline yang di atas selalu menerima bonus lebih besar dibanding downline-nya".

Dibawah ini adalah obrolan fiksi, isinya rangkuman obrolan saya dengan banyak orang tentang MLM.

Teman : "Dwi. Saya nggak akan pernah ikutan bisnis MLM. Tahu nggak ? Di bisnis MLM itu sangatlah tidak fair. Orang yang lebih dulu masuk, bisa memeras sebanyak mungkin hasil kerja downline-nya. Sementara dia sendiri enak-enakan menerima hasilnya di atas. Downlinenya kerja matian-matian, sementara dia yang di atas lah yang menuai hasilnya. Tidak, saya nggak akan ikutan bisnis kejam seperti itu !".

Dwi : "Wow..wow..wow...semangat banget sih. Wah. Ini baru luarbiasa. Saya senang ada satu pemikiran kritis tentang bisnis MLM. Yok, kita kupas sama-sama. Kalau memang MLM itu adalah industri yang ilegal dan tidak fair, saya akan keluar meninggalkan bisnis semacam itu. Okey ?. Kita diskusi yah ?".

Teman : "Boleh aja, siapa takut ?".

Dwi : "Kita bahas dulu bisnis konvensional yah ?. Nanti kita baru mencari persamaannya dengan bisnis MLM. Begini, katakan saja kamu mau menjadi agen distributor Teh Botol Sosro. Apa yang kamu lakukan ? Tentunya kamu harus punya modal untuk beli beberapa krat Teh Botol buat modal, lalu kamu cari tempat yang bagus. Katakan saja, kamu punya modal Rp 500.000 yang dapat 40 krat Teh Botol. Teh Botol ini kamu ambil di Agen Pusat kota kamu. Lokasi kamu sudah ada, yaitu di terminal Cililitan dan kamu mempekerjakan 2 orang anak remaja untuk mengedarkan Teh Botol."

Teman : "Sampai disini jelas. Terusin deh".

Dwi : "Setelah satu minggu, semua Teh Botol kamu habis. Kamu girang karena modal sudah kembali. Kamu sekarang beli lagi 80 Teh Botol dan mempekerjakan 4 orang remaja. Kira-kira ini mungkin nggak ?"

Teman : "Ya mungkin saja. Kenapa tidak ?".

Dwi : "Apakah disini kamu lihat, bahwa semakin banyak kamu menjual Teh Botol, maka orang di Agen Pusat akan semakin kaya ?. Kamu yang kerja, orang lain yang untung. Kalau bulan depan kamu bisa jual 1000 krat Teh Botol seminggu, mungkin yang jadi Agen Pusat akan beli mobil baru ?. Sama saja khan dengan MLM ? Downline kerja tapi upline juga dapet untung ?. Kenapa di bisnis lain suatu 'pengambilan untung' di katakan wajar sementara di bisnis MLM tidak boleh ?".

Teman : "Kok di bisnis lain juga ada sistem nggak fair sih ? Orang lain kerja, sementara ada yang lainnya ongkang-ongkang kaki mengambil untung".

Dwi : "Bisnis itu tidak salah !. Itulah yang namanya bisnis distribusi barang. Kalau saya Agen Pusat teh botol, maka saya akan dapat keuntungan dari setiap Teh Botol yang kamu jual. Tapi kamu khan dapat untung juga dari tiap teh botol yang terjual ? Kamu juga enak lho, tidak perlu bikin pabrik Teh Botol dan keluar biaya iklan. Kamu cuma JUALAN teh botol saja !. Memang inilah bisnis distribusi"

Dwi : "Di bisnis MLM juga demikian. Malahan sistem di perusahaan MLM anggota APLI dibuat sedemikian ketat sehingga downline yang dibawah pun bisa menyaingi bonus dan jenjang upline diatasnya. Di Forever Young saya menyaingi jenjang dan bonus upline langsung saya. Sementara bonus saya juga dilampaui downline saya. Ini tergantung siapa yang kerja lebih keras".

Teman : "Jadi ternyata di MLM, upline belum tentu bonus nya lebih besar dari downline yah ?".

Dwi : "Benar, asalkan MLM itu adalah anggota APLI (asosiasi penjual langsung indonesia). Di dunia ini banyak aktivitas penggandaan uang dengan kedok sistem MLM. Namanya yang benar adalah skema piramida (Pyramid Scheme), di Malaysia disebut Skema Cepat Kaya. Disini memang upline akan selalu menerima bonus lebih tinggi dibanding downline. Yang ikut beginian cuma orang malas yang mimpi punya gaji besar tanpa kerja. Di MLM sejati kita dibayar untuk menciptakan pasar. Bisnis kita adalah pemasaran langsung dengan merekrut para pemasar (networker) agar produk MLM kita terjual dan ada omzet yang masuk.

Teman : "Bagaimana membedakan MLM asli dan palsu ?".

Dwi : " Cara paling aman adalah dengan mengikuti perusahaan MLM anggota APLI yang jumlahnya 33 buah itu. Sebab masyarakat awam tidak mampu membedakan MLM sejati yang
bekerja mendistribusikan produk, dengan MLM palsu yang melakukan arisan uang. MLM yang asli itu uang pendaftarannya murah, sekitar Rp 50.000 hingga Rp 100.000, sementara MLM palsu bisa ratusan ribu. Kenapa ? Sebab di MLM asli, bonus
utama kita di dapat dari transaksi produk. Sementara di MLM palsu, uang pendaftaran itulah yang dipakai membayar bonus upline".

Teman : "OK Dwi. Saya jelas sekarang. Kalau bisnis ini fair dan kerja keras, saya akan mau bergabung. Thanks buat informasinya".

Dwi : "Sama-sama. Sukses !".

Arsip Majalah Network Marketing

Inilah kisah sukses Bapak Dwi Malistyo, seorang insinyur yang sukses di MLM Forever Young Indonesia. Tulisan ini diambil dari Majalah Network Marketing (Edisi Septermber 2002/Tahun III halaman 14-16) dengan judul Dwi Malistyo, Insinyur yang Sukses di MLM.


---
Ekonomi keluarga yang awut-awutan, rasa kecewa yang mendalam terhadap hidup, teror utang delapan kartu kredit yang sudah over limit dari beberapa bank, dan segudang masalah kehidupan lainnya, membuat pria kelahiran Jakarta, 29 Maret 1969 ini, banting stir. Hasilnya, penghasilanya sebulan mendekati angka 10 juta rupiah.





Bapak Dwi Malistyo, bersama Istri dan Anak tercinta

"Saya sudah cape hidup gali lobang tutup lobang," ujarnya mengawali kisahnya bergabung dengan bisnis MLM. Sebelumnya, jebolah Fakultas Teknik Elektro, Universitas Indonesia tahun 1995 ini adalah karyawan PT Prabuhana. "Gaji saya selama bekerja di situ tidak pernah cukup. Ternyata gelar insinyur saya sama sekali tidak bisa diandalkan dengan situasi perekonomian kita yang masih carut-marut. Saya jadi bingung dengan masa depan anak saya," lanjut Dwi ketika bertemu dengan Network Marketing.


Keluar dari kesulitan

Mengingat kesulitan yang ada, pilihan hidup Dwi ada di antara sukses atau mati! "Makanya, saya bersyukur sekali bisa bertemu dengan Pak Gatot, Junior Network Director Forever Young pemilik stokis di Bekasi. Sebagai upline dia banyak membantu saya untuk keluar dari semua kesulitan yang ada," akunya. Sepertinya, kisah pertemuan Dwi dan Gatot memang sudah ditakdirkan. "Saya juga ingin mengubah hidup," imbuhnya. Singkat cerita, suatu hari, Dwi iseng-iseng bukan internet,"Eh, saya tertarik untuk membuka web site www.swausaha.com," kenangnya. Sampai akhirnya, terjadi "kopi darat" antara Dwi dan Gatot. Baru setelah sepuluh kali diyakinkan manfaat dari peluang bisnis yang ditawarkan Gatot, ayah dari Hizkia William Eben (4 tahun) ini baru mau bergabung. "Tadinya, saya nggak percaya, mana ada sih bisnis pupuk dengan makanan kesehatan. Tapi, setelah dijelaskan maksudnya dan bagaimana menjalankannya, pupus sudah keraguan saya terhadap bisnis MLM yang ditawarkan. Saya melihat di bisnis MLM itu tersimpan mutiara yang indah," kenangnya sambil tersenyum.

Merasakan nikmatnya hidup

Bapak Dwi Malistyo, bersama Istri dan Anak tercinta

Tahun 2001, Dwi resmi terdaftar sebagai member Forever Young (PT Foreverindo Insanabadi). "Ini saya putuskan setelah tahun 1999, saya tidak bisa keluar dari krisis keuangan. Kemudian, saya juga mulai mengevaluasi diri," kata Dwi.

Adapun yang dikerjakan Dwi, awalnya adalah mengembangkan jaringan melalui internet. Perlahan tapi pasti, jumlah jaringan terus bertambah. Kira-kira 7 bulan, ia berhasil mencapai posisi Network Director, satu tingkat sebelum posisi Senior Network Director. Satu prestasi yang luar biasa! "Sejak itu, kehidupan ekonomi keluarga saya jadi lebih baik. Mungkin dalam sejarah Forever Young, saya tercepat. Ditambah dengan bonus yang saya terima juga melejit dengan cepat. Saya betul-betul merasakan nikmatnya hidup. Saya benar-benar bersyukur. Terima kasih juga untuk Pak Gatot dan tentunya Perusahaan Forever Young. Hidup saya tidak lagi dihantui ketakutan akan masa depan anak," papar Dwi. Namun diakui Dwi, bahwa kunci keberhasilannya ini ada pada kekuatan duplikasi. "Ini sudah terjadi. Bola salju tinggal digerakan saja," tambah pria yang dulu mengaku anti MLM. Sebagai Network Director, penghasilan Dwi rata-rata 9 juta rupiah per bulan. Ia juga berhak atas bonus mobil, motor, dan jalan-jalan ke beberapa tempat wisata di Tanah Air.




Bapak Dwi Malistyo, dalam Majalah Network Marketing


Tidak takut ditolak

"Dalam menjalankan bisnis MLM, salah satu masalah yang banyak dialami oleh teman-teman sesama pebisnis MLM lain adalah ditolak," katanya datar. "Imej bisnis MLM ternyata masih buruk. Otomatis, waktu saya banyak terkuras untuk memberikan penjelasan apa dan bagaimana bisnis MLM. Harapan saya cuma satu, pemahaman masyarakat kita tentang bisnis ini bisa berubah. Meskipun tidak drastis," lanjutnya.
Ketika Dwi sedang melakukan perekrutan, ditolak, didiamkan, atau dicuekin sudah menjadi hal yang biasa. "Karena saya pikir, inilah cobaan yang terbesar dalam bisnis MLM. Tapi, saya harus berjiwa besar. Saya terus meyakinkan diri dan orang lain bahwa bisnis ini adalah bisnis yang sangat manusiawi dan bukan bisnis penipuan," tegasnya. Beruntunglah Dwi, dari sekian banyak orang yang dia prospek, akhirnya punya pemahaman yang benar mengenai bisnis MLM. Buktinya, saat ini jumlah downline-nya berjumlah sekitar 9000 orang. "Memang saya akui tidak semua aktif. Tapi, saya senang, karena mereka semua tersebar di seluruh Tanah Air. Bahkan ada yang di Malaysia, Netherland dan Kanada," tegas suami dari Herlina Septiani Lasso ini dengan bangga.


Falsafah Pelayanan

"Ketika Anda sudah diterima oleh calon member, Anda harus fokus ke pelayanan atau servis. Ini kan sesuai dengan falsafah di Forever Young, mengasihi dan melayani downline," kata Dwi sambil membetulkan lengat kemejanya. Hari itu ia terlihat sangat bersemangat. "Gimana ya, MLM itu sudah jadi pilihan. Semua yang bergabung maupun yang belum bergabung adalah keluarga saya. Inilah yang selalu saya tanamkan ke diri, agar tidak patah semangat. Saya harus jadi pelayan yang baik," Lanjut Dwi.
Semua akan menjadi semakin mulus, jika dalam berbisnis komitmen kita juga jelas. Seperti yang dilakukannya selama ini. "Saya selalu siap membantu, khususnya untuk mengembangkan jaringan. Tak peduli jaringannya beda dengan saya. Saya percaya apa yang kita tabur, kelak kita akan menuai hasilnya," katanya lagi. "Tapi, satu lagi yang harus diingat, dalam berbisnis MLM, kita tidak boleh cepat putus asa. Dan jangan berhenti terlalu cepat. Ketika bonus terasa masih kecil, yakinkan ke diri semua bisa diatasi. Begitu pula dengan pengalaman saya sendiri," Aku pria yang rajin membaca buku-buku tentang orang sukses dan buku-buku mengenai MLM, seperti karangan Andrias Harefa. "Ternyata memang benar kan. Tidak ada orang yang bisa sukses dalam setahun atau dua tahun. Semua membutuhkan waktu yang lama," ujarnya sambil tersenyum dan menawarkan Network Marketing untuk menyeruput soft drink yang sudah disediakannya. Senja mulai menapak. Tak terasa obrolan kami terus bergulir. Ternyata Dwi teman yang asyik diajak ngobrol. Ia pun bercerita tentang cita-cita dan impian-impiannya.

Antara cita-cita dan mimpi

Cita-citanya sewaktu kecil, ingin menjadi insinyur. Dan tercapai. "Kalau sekarang saya melupakan gelar saya, bukan berarti saya tidak mendapatkan ilmu dari tempat saya menuntut ilmu selama ini. Tapi, dengan bisnis MLM sekarang ini, saya ingin mewujudkan mimpi-mimpi saya yang lain," ungkapnya lagi. Beberapa dari mimpi itu adalah bisa mensukseskan suatu group, ingin segera meraih posisi Senior Network Director, dan ingin jalan-jalan ke Eropa bersama groupnya. "Jika ini sudah bisa saya raih, saya akan memikirkan langkah-langkah selanjutnya. Bisa saja akan berkutat di dunia motivasi," ujar pria yang punya motto hidup dengan falsafah Forever Young, yaitu hidup adalah untuk mengasihi dan melayani menyudahi obrolan dengan Network Marketing.

Kamis, 18 Desember 2008

“Who moved my cheese ?”, Bersiaplah untuk perubahan.




Salam luarbiasa !.

Teman-teman, seorang psikolog pernah menjelaskan hasil dari suatu riset mengenai penyebab konflik dan pertengkaran di dalam rumah tangga Indonesia. Menurutnya ada 2 penyebab konflik sehari-hari yang sangat umum terjadi.

(a) Di keluarga kurang mampu secara ekonomi, konflik hampir selalu berkisar mengenai masalah kekurangan uang.

(b) Di keluarga berada, konflik hampir selalu berkisar mengenai masalah kepercayaan terhadap satu sama lain.


Karena negara kita ini dihuni oleh mayoritas masyarakat kurang mampu, maka bisa dipastikan pertengkaran suami isteri yang sering terdengar oleh tetangga adalah selalu berkaitan dengan masalah kekurangan uang. Tidak ada uang untuk beli beras, tidak ada uang untuk bayar sekolah anak, tidak ada uang untuk berobat ke dokter, dan lain sebagainya.

Kehidupan yang selalu dihantam pertengkaran pastilah akan menghabiskan energi yang luarbiasa banyak. Karena itu sebenarnya pemecahan masalah agar keluarga-keluarga Indonesia bisa lebih harmonis sebenarnya cuma satu : penuhi kebutuhan ekonomi !. Tidak usah berlimpah harta, yang penting adalah cukup dan tidak kekurangan uang.

Bagaimana caranya keluar dari kemiskinan ?.

Kenapa negara Indonesia sangat sulit keluar dari jerat kemiskinan di
banding negara Asia Timur lainnya ?.

Seorang motivator yang sangat dahsyat dari Malaysia pernah berujar demikian, “Apa yang menyebabkan seseorang tenggelam di dalam danau ?. Sebabnya adalah dia TETAP berada disana, dan bukannya bergerak BERPINDAH ke tempat lain !” [Billie PS Lim, Berani Gagal]. Kata-kata ini merupakan sebuah kunci yang sangat jelas tentang bagaimana caranya kita memecahkan masalah kemiskinan. Kalau saat ini kemalangan selalu menghantam kita, maka kita harus mulai berpindah. Kalau kita TETAP berada disana, maka kita akan TENGGELAM.

Kebanyakan dari kita sudah tahu bahwa finansial kita tidaklah akan pernah cukup bila mengandalkan satu pekerjaan saja. Kita mulai kasak-kusuk kiri kanan mencari job sampingan, mencari obyekan kiri kanan, — namun semuanya sungguh akan gagal bila pikiran kita masih berada di TEMPAT. Menambah pekerjaan tidaklah akan memecahkan finansial. Kita harus mulai berani berpindah, keluar dari sarang kenyamanan kita dan mulai mencari kebebasan finansial dengan membangun bisnis milik kita sendiri. Bersiaplah untuk perubahan.

Lucunya, tidak setiap orang siap dengan perubahan. Banyak yang memilih tenggelam bersama kapal tua-nya, karena takut pindah ke sekoci yang kelihatannya labil dan tidak aman. Kisah tentang perubahan inilah yang dituangkan oleh motivator dan penulis buku Spencer Johnson MD dalam bukunya “Who Moved My Cheese”. Isi buku ini sungguh luarbiasa. Saya membacanya dalam dua jam, namun ide yang terkandung di dalamnya terus melekat hingga sekarang. Untuk menambah wawasan anda, saya mereferensikan buku ini untuk anda baca.

Dalam buku ini ada cerita dua ekor tikus bernama Sniff dan Scurry, lalu juga ada dua kurcaci kecil bernama Hem dan Haw. Keempatnya tinggal dalam sebuah labirin yang berisi Cheese [keju]. Pada awalnya keempatnya berlari-larian dalam labirin untuk mencari Cheese, hingga menemukan Cheese di Station-C. Cheese ini melambangkan finansial, persahabatan, atau kenyamanan dalam hidup pergaulan kita. Suatu
ketika, Cheese di Station-C mulai habis. Dan sesuai sifat tikus yang berpikiran sederhana [simpel], Sniff dan Scurry langsung berlarian ke dalam labirin dan mencari-cari Cheese yang baru untuk dinikmati. Tapi Hem dan Haw yang adalah manusia kecil [kurcaci] memiliki pikiran yang lebih kompleks.

Kurcaci ini sudah merasa nyaman tinggal di Station-C dan tidak ingin pindah, apapun yang terjadi. Walau tahu bahwa Cheese yang mereka nikmati sudah habis, tapi mereka tak mau pindah. Hem tidak mau tahu [”I want my cheese”] dan menyalahkan orang lain [”who moved my cheese”]. Apapun yang terjadi dia tetap akan tinggal disana. Dia takut berlarian di dalam labirin seperti dulu. Sementara Haw berpikiran lebih terbuka. Dia mulai mengubah cara berpikirnya, dan bersiap untuk menghadapi perubahan. Akhirnya dia berani meninggalkan Station-C, dan menuliskan buah pikirannya di dalam dinding labirin untuk dipelajari oleh temannya Hem. Sampailah kelak Haw di Station-N yang berlimpah dengan Cheese aneka rasa yang jauh lebih menarik. Dan disana dia sudah dinantikan oleh tikus Sniff dan Scurry.

Membaca buku ini sangatlah bermanfaat untuk anda semua yang mengalami perangkap di dalam hidup. Bila anda sudah puluhan tahun mengalami perangkap kemiskinan, bersiaplah mengubah sikap dan cara berpikir anda seperti Haw untuk menemukan kebebasan finansial anda. Mulailah mencari Cheese anda sekarang ini, atau selama-lamanya anda akan tenggelam karena tidak mau berpindah dari tempat anda terbenam. Bila perangkap anda adalah pergaulan yang menyiksa, mulailah mencari Cheese anda seperti sahabat dan teman-teman baru yang mengerti anda. Janganlah takut untuk perubahan, sebab Cheese di tempat lain mungkin lebih enak — bila Cheese anda saat ini sudah habis dan tidak ada lagi yang bisa dinikmati.

Ketika saya menamatkan buku ini, sudah saya tetapkan di dalam hati saya untuk selalu menggeser posisi saya dan memindahkan Cheese saya. Jangan mau diam di tempat, karena bila terlalu nyaman di satu tempat maka anda kelak akan tenggelam.

Bersiaplah untuk berubah.
Sampai jumpa di Cheese Station !!!.

Depok, 00.30 dini hari.

D w i M a l i s t y o.

Melakukan yang tidak ingin dilakukan…




Michelle Obama

Pagi hari, sebelum memulai pekerjaan di kantor. Saya sempatkan sekilas browsing membaca berita utama dari beberapa portal Indonesia. Salah satunya adalah Kompas.com. Mata saya terbentur pada kisah Michelle Obama yang pernah meragukan suaminya yang akan terjun ke kancah pertarungan kursi presiden Amerika.

Bukan. Bukan soal Obama yang 3 hari lalu sudah memenangkan pemilihan presiden atas lawannya John McCain. Tapi saya justru tertarik pergulatan batin Michelle untuk melakukan hal yang dibencinya menjadi salah satu kekuatan untuk mendukung suaminya naik menjadi pemimpin negara superpower. Kisah Michelle-lah yang saya kagumi, bukan Obama-nya.

Artikel itu berjudul Michelle Obama sempat ragu. Kata-kata yang paling saya kagumi adalah ini :

Perempuan kelahiran 17 Januari 1964 ini tidak hanya duduk santai pada sesi-sesi strategis. Ia memanfaatkan waktu untuk menggalang dana lewat telepon meski sesungguhnya ia tak menyukai pekerjaan tersebut. ”Aku benci penggalangan dana, benciii… benci!,” ujarnya.

Waow…Michelle mengakui bahwa dia membenci acara penggalangan dana. Tapi hebatnya dia tidak tunduk pada keinginan dirinya sendiri, namun dia memilih untuk melawan !. Dan hasilnya dia sukses. Ini adalah motivasi terbaik buat orang-orang yang sukar melepaskan kebiasaan buruk.

Sukses adalah proses untuk mau menjalankan apa yang kita benci, padahal itu sungguh bermanfaat bagi hidup kita. Orang yang kalah adalah mereka yang memilih mengikuti kenyamanan tubuhnya dan mendekam di zona kenyamanan.

Terima kasih Michelle. Saya sungguh mengagumi. Terima kasih untuk boleh belajar dari karaktermu.

Mas, aku tidak bisa prospekting




[Arsip tulisan ke milis jaringan]

Beberapa bulan lalu, ada percakapan seperti ini di Depok.

Seseorang sambil cemberut mengatakan kepada saya. “Mas Dwi, saya nggak bisa prospekting ah. Semua menolak saya”.

Saya hanya senyum kecil, “Ya udah. Kalau gitu nggak usah prospekting aja”.

Dia kaget, “Lho, kalau nggak prospekting khan nggak akan dapat downline”.

Saya jawab, “Ya memang. Saya juga nggak bisa prospekting khan. Pekerjaan saya adalah programmer komputer, saya lebih bisa ngomong dengan komputer dibanding dengan orang. Nggak usah prospekting lah, biarkan bisnis ini lewat. Bulan Januari dulu, tukang sayur di depan rumah saya saja nggak mau saya ajak masuk Forever Young”.

Saya masih cengar-cengir. Diam beberapa lama. “Eh, katanya SEMUA orang menolak kamu waktu prospek. Berapa banyak sih SEMUA orang itu”. Dia menghitung dulu, “Ada tiga orang sih, mas”.

Kali ini saya nggak bisa menahan geli dan tertawa lepas.


“Maaf”, kata saya. “Tiga orang itu belum SEMUA orang. Tahu nggak, ada seorang hebat di Forever Young, dia ini adalah guru SMP. Dia ini melakukan prospekting berbulan-bulan, dan tidak ada seorangpun yang masuk di groupnya. Dia sudah melakukan 74 kali prospekting dan semuanya GAGAL. Ketika prospekting yang ke-75, barulah ada satu orang yang mau masuk, dan orang ini adalah saudaranya sendiri. Celakanya, saudaranya ini tidak aktif bergerak sama-sekali”.

Saya lanjutkan lagi, “Kalau saya dan kamu jadi orang ini, apakah sudah down ?”.

Dia berpikir, “Ya saya pasti sudah keluar dari Forever Young”.

Saya diam. “Inilah hebatnya orang itu, dia terus-menerus memprospek. Sampai malam hari, dan bahkan dia sempat tidur di pinggir toko di tepi jalan karena kemalaman pulang nggak dapat angkutan umum. Di malam hari itu, dia memotivasi dirinya sendiri. Dia ini manusia biasa, dia juga punya kelemahan. Tapi di kala lelah seperti itu, malahan mimpi dan cita-citanya semakin berkobar.

Di pinggir jalan itu, dalam keadaan miskin, dia membayangkan dirinya bertahun-tahun lagi. Dia naik mobil bagus, berhenti di tepi jalan itu, membuka kaca mobil dan melambaikan tangan kepadanya yang sedang duduk di pinggir jalan. Pria di dalam mobil itu adalah dirinya sendiri di masa depan. Dia berkata, teruslah berjuang, tidak mungkin kamu selamanya gagal. Kamu akan berhasil kelak. Dan dia di pinggir jalan melambaikan tangan kepada bayangan dirinya di masa depan”

Kami diam lagi. “Terus gimana mas ?”.

Saya lanjutkan, “Sekarang orang ini sudah mencapai jenjang tertinggi di Forever Young Indonesia. Dia mencapai SND. Dari orang yang selalu gagal prospekting, kini sudah punya rumah bagus dan mobil bagus. Yang mengharukan adalah setiap dia naikmobilnya, dia akan berhenti di tempat dia dulu sering tidur di tepi jalan. Dia akan katakan, saya sudah sukses kini. Orang ini adalah Pak —-, SND Forever Young”.

Saya tanya, “Kamu baru memprospek tiga orang. Itu baru warming up, latihan pemanasan. Tidak ada bisnis yang mudah, semua butuh proses dan pertumbuhan. Tapi di bisnis MLM, semuanya layak diperjuangkan. Karena kita tidak akan selamanya gagal, kita PASTI akan berhasil. Di MLM itu HANYA SUKAR DI AWALNYA SAJA.

Kalau kita sudah melewati kesukaran pertama ini, maka selanjutnya akan lancar. Drg — yang SND itu, dulunya adalah seorang pemalu. Pak — upline kita di Bandung menyebut teman kecilnya ini dulu dengan kata ‘clingus’, tapi sekarang dia sudah mengubah dirinya sendiri. Banyak profesional dan orang kaya yang bergabung di group Drg —, inilah kehebatan drg — memprospek orang banyak. Tapi untuk memiliki kemampuan seperti itu kita butuh latihan.

Drg — saja pernah diusir orang koq. Tapi saat ini dia sudah pergi keliling dunia menikmati hasil kerja kerasnya dulu. Tidak ada kegagalan yang abadi. Kita pasti akan berhasil kalau tekun dan konsisten”.

Kami minum teh sama-sama. “Ikutilah proses ini. Ini adalah bisnis yang luarbiasa. Tapi butuh proses. Jangan pernah mimpi punya rumah dan mobil, dan pensiun kalau kita tidak mulai sejak sekarang. Bisnis lain juga jauh lebih sukar, butuh modal banyak dan resiko kebangkrutannya tinggi. Di bisnis kita, hampir tidak ada resiko bangkrut, dan modalnya sangat kecil. Kita cuma hanya bercerita. Kalau saya, akan saya lakukan pekerjaan ini, bercerita untuk menjadi kaya”.

Sudah menjelang malam. Ngobrol selesai.


D w i M a l i s t y o.

Jangan Membuang Nyawa Anda




Jangan Membuang Nyawa Anda

[Arsip Tulisan ke Milis Jaringan]

Tulisan ini saya persembahkan kepada seseorang yang telah meneteskan airmata dan ingin memberikan kebahagiaan abadi bagi keluarganya — yang puluhan tahun telah mempercainya sebagai seorang seorang suami dan ayah. Semoga engkau berhasil dalam perjuanganmu, sahabatku.

24 Maret 2003, ditulis di atas kereta Argolawu.
—————–

Tigapuluh menit seusai memberikan sharing di sebuah kota, seorang pria dengan rambut mulai memutih menjabat tangan saya lesu. Matanya lelah, tapi tersenyum kecil sambil tangannya terus memegangi tangan saya. Saya ingin tahu apa yang akan dikatakannya, maka saya ajak dia menjauh sedikit dari keramaian. Keluar ke pinggir taman yang disinari lampu sudut hotel.

Dia mulai berkata dengan lirih dan lambat, “Pak Dwi — saya mau tanya tentang sharing anda tadi. Usia saya saat ini sudah 54, saya adalah orang yang rajin bekerja sejak sebelum matahari terbit hingga jauh setelah matahari terbenam. Rasanya saya merasa diperlakukan tidak adil oleh hidup ini. Saya melihat anda bisa pensiun muda, dan membawa isteri anak anda jalan-jalan ke kota yang jauh dan tinggal di hotel ini. Pak Dwi, saya ingin seperti ini !. Tapi saya sudah kehabisan waktu. Usia saya sudah tinggal sedikit, namun saya tak pernah bisa membahagiakan keluarga saya”. Air matanya mengalir keluar. Dia berhenti berbicara.


Saya menunggu dia menyelesaikan bicaranya. Kelihatannya dia ingin mencurahkan kekesalan perjuangan seumur hidupnya malam ini. Lalu dia melanjutkan, “Saya tahu bahwa saya tidak mungkin bekerja dalam beberapa tahun lagi. Saya baru sadar, bahwa terlalu banyak waktu telah disia-siakan. Hingga kini tidak ada yang saya miliki. Saya akan keluar dari pekerjaan saya tanpa membawa sesuatu untuk menunjang hari tua saya. Tidak mungkin saya bisa pensiun bahagia, saya tetap harus bekerja sampai usia habis agar keluarga saya bisa makan”.

Matanya memperlihatkan sebuah kilas balik perjuangannya bertahun-tahun bekerja di dunia, tapi perjuangan itu dihantam kenyataan bahwa di ujung usianya kini tidak tetap tidak punya apa-apa. Yang paling menggelisahkannya adalah pemikiran bahwa keluarganya akan sengsara ketika dia pensiun nanti. Puluhan tahun setia bekerja, tapi hanya untuk sekedar hidup. Dan setelah ini, semuanya selesai. Dia tidak punya harapan lagi.

“Pak Dwi, terus terang saya takut terjun di dunia MLM. Karena takut, maka saya bertahan bekerja lebih giat lagi di kantor saya. Saya sudah membaca email penawaran anda 2 setengah tahun lalu, tapi saya abaikan karena tawaran anda ini cuma sebuah MLM. Namun 2 setengah tahun sudah berlalu, saat ini saya melihat kerja keras anda membuahkan hasil untuk keluarga anda — sementara 2 setengah tahun berlalu begitu saja bagi saya. Umur saya di dunia berkurang 2 setengah tahun tanpa perbaikan apapun, tapi anda sudah bisa maju banyak. Saya bukannya menyalahkan anda, tapi kepada siapa lagi saya mencurahkan kegelisahan saya ?. Saya takut menghadapi kehidupan yang akan saya hadapi ketika pensiun, tapi saya juga takut masuk dunia yang anda geluti seperti ini. Saya mengkhawatirkan keluarga saya, isteri dan 3 anak saya”.

Saya melihat kegelisahan dan air mata yang kembali mengalir. Orang ini sungguh khawatir, dia masuk ke dunia dan akan keluar dari dunia tanpa membawa perubahan apa-apa. Dia juga tidak tahu akan bertanya apa kepada saya. Dia hanya mencurahkan kekesalan hidupnya.Udara malam mulai terasa dingin. Saya berkata, “Pak. Saya lihat anda adalah seorang suami dan ayah yang sangat baik. Tidak banyak orang yang sedemikian bertanggung jawab kepada keluarganya seperti anda ini. Anda sudah memberikan puluhan tahun nyawa anda bagi kehidupan keluarga. Saya juga telah belajar sebuah komitmen dan tanggungjawab dari kisah anda ini. Anda memang insan luarbiasa”. Saya berhenti sejenak. Dia memperhatikan saya terus, menunggu lanjutan kalimat.”Tapi saya melihat anda telah puluhan tahun bekerja keras untuk orang lain, untuk bisnis yang dimiliki orang lain. Orang lain itu bisa mewariskan perusahaan tsb kepada anak-anak dan cucu-cucunya. Sementara anda tidak punya hak apa-apa atas kepemilikan perusahaan. Sebentar lagi anda keluar dari perusahaan itu, tanpa membawa sesuatu. Sementara posisi anda di kantor dengan cepat digantikan oleh orang lain. Perusahaan tsb tidak akan pernah kehilangan apa-apa. Tapi anda telah kehilangan puluhan tahun nyawa dan hidup anda yang sangat berharga di dunia untuk membangun milik orang lain”.

Matanya lebih bulat menatap saya. Saya meneruskan, “Hal yang paling disayangkan selama hidup anda ini bukanlah gaji yang kecil. Tapi anda telah menukar nyawa anda sepuluh jam sehari untuk orang lain. Dan ini baru anda sadari ketika takaran nyawa di dunia sudah semakin menipis. Anda telah membuang hal yang paling berharga di dunia, karunia Tuhan yang paling indah yang pernah diberikan, yaitu kehidupan”. Matanya masih bulat menatap saya, barangkali tidak pernah ada orang lain yang mengatakan seperti ini kepada dia. “Saya tidak akan mau lagi kembali bekerja untuk kepentingan orang lain, kemarin ada yang menawari saya gaji 5 juta sebulan untuk memperkuat Sales Marketing. Tapi harga ini terlalu murah untuk ditukar dengan nyawa saya, akhirnya saya tidak bisa menerima. Lebih baik saya mencari pinjaman modal mendirikan warung-warung tegal, karena bisnis warung tegal adalah bisnis milik sendiri dan kelak bisa diturunkan kepada anak cucu saya”.

Tampaknya dia baru saja menerima konsep yang paling gila yang pernah di dengar. Dia baru mendengar ada orang yang lebih rela membangun warung tegal daripada ditawari jadi manajer marketing, karena alasan hanya mau membangun bisnis milik sendiri. Bukan milik orang lain. Sorot matanya memancarkan kebingungan dan ketidakpahaman atas pemikiran ini. Ucapan saya bertabrakan dengan keyakinannya selama puluhan tahun. Namun dia masih ingin mendengar lebih banyak, sebab dia masih gelisah menanti mendekatnya masa pensiun.”Kenapa saya rela menggunakan waktu dalam kehidupan saya demi membangun bisnis MLM Forever Young ?. Saya tidak ikut-ikutan orang lain di bisnis ini !. Saya telah merenungkan dan memakai kontemplasi lama sekali sebelum saya putuskan mengubah arah kehidupan saya menjadi leader sebuah MLM bernama Forever Young Indonesia. Ini adalah bisnis yang PASTI !. Ini adalah sebuah perusahaan yang saya miliki sendiri. Saya tidak mau cuma sekedar bermain 5 atau 10 tahun di industri MLM. Saya mau mewariskan jaringan saya kepada anak saya Hizkia ketika royaltinya mencapai Rp 200 juta sebulan. Lalu Hizkia akan mewariskan kepada cucu saya ketika royalti jaringan ini mencapai setengah milyar sebulan. Saya menukar nyawa yang saya gunakan hanya untuk bisnis yang menghidupi keluarga saya sekian turunan ke bawah. Sesulit dan sesukar apapun bisnis MLM, tapi saya tidak akan pernah menyesal di usia tua saya nanti”.

Dia tersenyum mendengar visi dan impian saya.”Kemarin di kota lain ada orang yang saya ajak sama-sama di Forever Young. Dia katakan cuma mau bisnis yang PASTI-PASTI saja. Saya jawab bahwa ini adalah bisnis yang paling PASTI !. Di Forever Young kita PASTI tidak bangkrut. Bayangkan kalau kita mendirikan sebuah bengkel cuci mobil di pinggir jalan, suatu ketika ada pesaing yang mendirikan 10 bengkel cuci mobil di jalan yang sama. Bukankah income kita PASTI melorot ?. Kalau saja saat ini kita bekerja sebagai karyawan swasta, bukankah kita PASTI akan keluar dari perusahaan itu baik keluar akibat PHK atau akibat pensiun ?. Di Forever Young pada tingkat tertentu kita PASTI akan mendapat income. Andaikan saya memiliki 3.000 anggota group, selama anggota group saya suka minum teh, suka minum kopi, dan suka menyikat gigi dengan Forever Smile maka selama itu saya PASTI akan mendapat income. Tanpa kenal pensiun !”.

Orang ini menundukkan kepala sambil mendengarkan. “Saya memiliki saran yang keras buat anda. Milikilah perusahaan dan bisnis milik anda sendiri. Apapun bisnis itu, tidak masalah. Yang penting harus milik anda sendiri. Apakah anda mau buka bengkel, mau buka warteg sekalipun tidak masalah. Bisnis ini akan bertahan tujuh turunan dibandingkan pekerjaan anda. Anda hanya bekerja untuk mencari pengalaman saja, selebihnya ciptakan bisnis anda sendiri. Lebih baik an da yang merekrut satu dua karyawan dibandingkan anda harus direkrut menjadi karyawan orang lain. Kalau anda takut dengan usia yang semakin senja, carilah bisnis-bisnis yang memiliki konsep franchise dengan kekuatan multiplikasi. Ini adalah bisnis yang paling aman untuk usia anda. Bila anda memilih masuk dan berjuang di Forever Young, ketahuilah bahwa ada sistem networking yang diciptakan drg Haris upline kita. Namanya Five-in-One. Sistem networking ini teruji menjadikan seseorang meraih posisi puncak di Forever Young dalam waktu 5 bulan saja. Apakah anda tidak tertarik memakai lima atau enam bulan dalam kehidupan anda untuk meraih royalti buat pensiun anda ? Dan nanti anda bisa bebas waktu seperti saya — tidak khawatir masa depan dan usia yang semakin dekat senja”.

Dia memandang taman dan kolam, sambil memegang besi penyangga dinding. “Baik pak Dwi. Seberat apapun pekerjaan dan bisnis, memang saya harus berani ambil keputusan. Kalau saya tidak berubah, maka saya akan terus bekerja dalam usia pensiun saya. Pak Dwi, doakan agar saya berhasil. Saya membutuhkan waktu satu dua hari untuk kontemplasi. Saya janji tidak akan merenung lama-lama, karena nyawa saya terus berkurang setiap hari”. Saya menyalami tangannya, “Semoga sukses ! Jangan membuang nyawa anda dengan sia-sia”.