Pages

Kamis, 18 Desember 2008

Mas, aku tidak bisa prospekting




[Arsip tulisan ke milis jaringan]

Beberapa bulan lalu, ada percakapan seperti ini di Depok.

Seseorang sambil cemberut mengatakan kepada saya. “Mas Dwi, saya nggak bisa prospekting ah. Semua menolak saya”.

Saya hanya senyum kecil, “Ya udah. Kalau gitu nggak usah prospekting aja”.

Dia kaget, “Lho, kalau nggak prospekting khan nggak akan dapat downline”.

Saya jawab, “Ya memang. Saya juga nggak bisa prospekting khan. Pekerjaan saya adalah programmer komputer, saya lebih bisa ngomong dengan komputer dibanding dengan orang. Nggak usah prospekting lah, biarkan bisnis ini lewat. Bulan Januari dulu, tukang sayur di depan rumah saya saja nggak mau saya ajak masuk Forever Young”.

Saya masih cengar-cengir. Diam beberapa lama. “Eh, katanya SEMUA orang menolak kamu waktu prospek. Berapa banyak sih SEMUA orang itu”. Dia menghitung dulu, “Ada tiga orang sih, mas”.

Kali ini saya nggak bisa menahan geli dan tertawa lepas.


“Maaf”, kata saya. “Tiga orang itu belum SEMUA orang. Tahu nggak, ada seorang hebat di Forever Young, dia ini adalah guru SMP. Dia ini melakukan prospekting berbulan-bulan, dan tidak ada seorangpun yang masuk di groupnya. Dia sudah melakukan 74 kali prospekting dan semuanya GAGAL. Ketika prospekting yang ke-75, barulah ada satu orang yang mau masuk, dan orang ini adalah saudaranya sendiri. Celakanya, saudaranya ini tidak aktif bergerak sama-sekali”.

Saya lanjutkan lagi, “Kalau saya dan kamu jadi orang ini, apakah sudah down ?”.

Dia berpikir, “Ya saya pasti sudah keluar dari Forever Young”.

Saya diam. “Inilah hebatnya orang itu, dia terus-menerus memprospek. Sampai malam hari, dan bahkan dia sempat tidur di pinggir toko di tepi jalan karena kemalaman pulang nggak dapat angkutan umum. Di malam hari itu, dia memotivasi dirinya sendiri. Dia ini manusia biasa, dia juga punya kelemahan. Tapi di kala lelah seperti itu, malahan mimpi dan cita-citanya semakin berkobar.

Di pinggir jalan itu, dalam keadaan miskin, dia membayangkan dirinya bertahun-tahun lagi. Dia naik mobil bagus, berhenti di tepi jalan itu, membuka kaca mobil dan melambaikan tangan kepadanya yang sedang duduk di pinggir jalan. Pria di dalam mobil itu adalah dirinya sendiri di masa depan. Dia berkata, teruslah berjuang, tidak mungkin kamu selamanya gagal. Kamu akan berhasil kelak. Dan dia di pinggir jalan melambaikan tangan kepada bayangan dirinya di masa depan”

Kami diam lagi. “Terus gimana mas ?”.

Saya lanjutkan, “Sekarang orang ini sudah mencapai jenjang tertinggi di Forever Young Indonesia. Dia mencapai SND. Dari orang yang selalu gagal prospekting, kini sudah punya rumah bagus dan mobil bagus. Yang mengharukan adalah setiap dia naikmobilnya, dia akan berhenti di tempat dia dulu sering tidur di tepi jalan. Dia akan katakan, saya sudah sukses kini. Orang ini adalah Pak —-, SND Forever Young”.

Saya tanya, “Kamu baru memprospek tiga orang. Itu baru warming up, latihan pemanasan. Tidak ada bisnis yang mudah, semua butuh proses dan pertumbuhan. Tapi di bisnis MLM, semuanya layak diperjuangkan. Karena kita tidak akan selamanya gagal, kita PASTI akan berhasil. Di MLM itu HANYA SUKAR DI AWALNYA SAJA.

Kalau kita sudah melewati kesukaran pertama ini, maka selanjutnya akan lancar. Drg — yang SND itu, dulunya adalah seorang pemalu. Pak — upline kita di Bandung menyebut teman kecilnya ini dulu dengan kata ‘clingus’, tapi sekarang dia sudah mengubah dirinya sendiri. Banyak profesional dan orang kaya yang bergabung di group Drg —, inilah kehebatan drg — memprospek orang banyak. Tapi untuk memiliki kemampuan seperti itu kita butuh latihan.

Drg — saja pernah diusir orang koq. Tapi saat ini dia sudah pergi keliling dunia menikmati hasil kerja kerasnya dulu. Tidak ada kegagalan yang abadi. Kita pasti akan berhasil kalau tekun dan konsisten”.

Kami minum teh sama-sama. “Ikutilah proses ini. Ini adalah bisnis yang luarbiasa. Tapi butuh proses. Jangan pernah mimpi punya rumah dan mobil, dan pensiun kalau kita tidak mulai sejak sekarang. Bisnis lain juga jauh lebih sukar, butuh modal banyak dan resiko kebangkrutannya tinggi. Di bisnis kita, hampir tidak ada resiko bangkrut, dan modalnya sangat kecil. Kita cuma hanya bercerita. Kalau saya, akan saya lakukan pekerjaan ini, bercerita untuk menjadi kaya”.

Sudah menjelang malam. Ngobrol selesai.


D w i M a l i s t y o.

0 komentar:

Poskan Komentar