
Michelle Obama
Pagi hari, sebelum memulai pekerjaan di kantor. Saya sempatkan sekilas browsing membaca berita utama dari beberapa portal Indonesia. Salah satunya adalah Kompas.com. Mata saya terbentur pada kisah Michelle Obama yang pernah meragukan suaminya yang akan terjun ke kancah pertarungan kursi presiden Amerika.
Bukan. Bukan soal Obama yang 3 hari lalu sudah memenangkan pemilihan presiden atas lawannya John McCain. Tapi saya justru tertarik pergulatan batin Michelle untuk melakukan hal yang dibencinya menjadi salah satu kekuatan untuk mendukung suaminya naik menjadi pemimpin negara superpower. Kisah Michelle-lah yang saya kagumi, bukan Obama-nya.
Artikel itu berjudul Michelle Obama sempat ragu. Kata-kata yang paling saya kagumi adalah ini :
Perempuan kelahiran 17 Januari 1964 ini tidak hanya duduk santai pada sesi-sesi strategis. Ia memanfaatkan waktu untuk menggalang dana lewat telepon meski sesungguhnya ia tak menyukai pekerjaan tersebut. ”Aku benci penggalangan dana, benciii… benci!,” ujarnya.
Waow…Michelle mengakui bahwa dia membenci acara penggalangan dana. Tapi hebatnya dia tidak tunduk pada keinginan dirinya sendiri, namun dia memilih untuk melawan !. Dan hasilnya dia sukses. Ini adalah motivasi terbaik buat orang-orang yang sukar melepaskan kebiasaan buruk.
Sukses adalah proses untuk mau menjalankan apa yang kita benci, padahal itu sungguh bermanfaat bagi hidup kita. Orang yang kalah adalah mereka yang memilih mengikuti kenyamanan tubuhnya dan mendekam di zona kenyamanan.
Terima kasih Michelle. Saya sungguh mengagumi. Terima kasih untuk boleh belajar dari karaktermu.
0 komentar:
Poskan Komentar