
Menemukan Peluang Bisnis [2]
Dwi Malistyo, ST.
Training di Hotel Sofyan, 9 April 2005
INSTAN ENTREPRENEUR
Kadang orang masih takut untuk terjun langsung ke bisnis. Ini tidak bisa disalahkan, karena setiap orang berbeda. Untuk mereka ini ada cara yang lebih singkat, yaitu membeli sistem dan pengalaman orang lain. Ini adalah konsep waralaba atau franchise. Dalam franchise kita akan diajar seluk beluk dan pengalaman dalam bisnis ini. Kita juga mendapat konsultasi dan bimbingan. Sebagai imbalannya, biasanya kita menyetor beberapa persen penghasilan kita kepada pemilik franchise.
BEBERAPA PENGALAMAN “BURUK” SEBAGAI BEKAL
Untuk anda yang baru memulai terjun sebagai pengusaha, jangan takut. Pertimbangkan berapa rupiah dan berapa lama anda melakukan uji coba dan menyerap pengalaman. Apakah uang sebanyak 2 juta rupiah dan waktu selama 6 bulan cukup untuk ajang belajar anda ? Kalau bulan ke 6 sudah mulai impas, teruskan bisnis. Jika masih merugi dan harus disubsidi terus, maka hentikan bisnis. Anda yang memilih kapan harus bangkrut. Jadi bangkrut bukanlah sesuatu yang memalukan. Sama wajarnya dengan
jatuh ketika belajar naik sepeda.
Di bawah ini ada beberapa daftar pengalaman buruk buat pemula. Dikompilasi agar anda tidak maju dengan pengalaman nol sama sekali.
a. Pembayaran dimuka.
Untuk pesanan-pesanan dalam jumlah agak besar, biasakan minta pembayaran dimuka. Misalnya anda menjadi pengusaha catering, minta client anda melunasi pembayaran 3 hari dimuka. Jangan anda yang menanggung pesanan, kemungkinan uang anda sulit ditagih setelah acara selesai.
Saya mengenal 2 orang pengusaha catering. Ini cerita nyata. Yang satu selalu tegas, meminta semua pembayaran dilunasi 3 hari dimuka, walaupun terhadap sahabatnya sendiri. Yang satunya mengijinkan pembayaran dibelakang. Alkisah, setelah 10 tahun berlalu, orang yang pertama masih bertahan dengan cateringnya. Dan malahan tumbuh pesat. Yang satunya rugi besar ketika beberapa temannya minta dibuatkan catering untuk pernikahan anaknya, dengan pembayaran dibelakang. Setelah pernikahan selesai, pembayaran tidak kunjung datang. Padahal pengusaha ini sudah pinjam sana-sini untuk menomboki ‘proyeknya’ ini sebesar belasan juta. Dan ini berlangsung berulangkali. Akhirnya pengusaha ini yang harus kabur karena tidak bisa melunasi pinjamannya.
Bedakan : teman adalah teman, bisnis adalah bisnis. Jangan dicampur !.
Ada lagi pelanggan sebuah toko kertas. Di bulan pertama orang ini membayar pesanan senilai Rp 1 juta dengan check. Langsung diuangkan oleh pemilik toko, dan cair. Maka esoknya kertas dikirimkan. Pesanan dengan check ini berlangsung baik selama 6 bulan. Bulan berikutnya, pelanggan ini datang dengan check senilai Rp 20 juta dan minta dikirimkan kertas hari itu juga. Tidak usah dicairkan dulu ke bank, khan sudah biasa ini. Selalu cair khan ? Karena percaya maka pesanan dikirim. Esoknya check ini kosong, dan perusahaan pelanggan itu sudah tidak ada lagi. Hati-hati dengan modus ini. Ini banyak terjadi.
b. Hati-hati dengan pegawai bagian penjualan.
Ketika anda merekrut satu atau dua orang untuk membantu penjualan anda, …hati-hati bila dia anda tempatkan sebagai karyawan di bagian penjualan. Bukan menakut-nakuti, hanya agar anda memiliki sikap waspada saja.
Teman saya membuka toko sandal dan sepatu di sebuah loss pasar. Setiap pagi si karyawan inilah yang membuka dan menutup toko. Pemiliknya hanya datang beberapa jam di siang hari. Beberapa bulan kemudian dia melihat bahwa tokonya tidak ada yang membeli, sementara toko sebelahnya laris. Setelah hampir bangkrut, barulah dia mengetahui bahwa si karyawan selalu menaikkan harga sendalnya Rp 5000. Dan uang ini masuk ke kantong karyawan. Si pemilik tidak pernah tahu, sebab hitungan sandal/sepatu dan uang yang masuk selalu benar, dan dia memasang harga sama dengan toko sebelah. Tapi pembeli merasa harga yang sudah di-mark-up itu cukup mahal, maka mereka menghindari beli di toko itu. Jangan percaya dulu dengan karyawan yang menjual dan memegang uang anda, sebaiknya andalah yang terjun di depan di masa-masa awal bisnis anda.
Dulu saya pernah memulai berjualan mie gerobak. Gerobaknya cuma satu, maklum baru belajar. Namun yang berjualan bukan saya atau isteri, tapi orang lain yang kami kenal dan kami gaji. Setelah 4 bulan, orang ini mengundurkan diri. Kami tidak tahu kenapa. Ternyata orang ini membuat gerobak sendiri, memakai resep kami, dan mengunjungi pelanggan-pelanggan mie kami. Ya khan dia yang dulu tahu daerah-daerah mana yang laku. Disitu saya belajar, bahwa orang yang memegang sales/marketing itu bisa powerful sekali. Harap anda bisa belajar dari pengalaman sederhana ini. Sebaiknya anda sendiri yang terjun memasarkan jika anda baru mulai berwirausaha.
c. Anda produsen, teman anda yang marketing.
Ada 2 orang yang beritikad untuk kerjasama. Satu yang memproduksi barang, satunya lagi punya koneksi banyak dan pintar mencari pasar. Hati-hatilah dengan kerjasama model begini, sebab anda yang produsen sangat bergantung kepada teman anda yang jago marketing. Apalagi anda berdua tidak terikat kontrak kerjasama. Sering terjadi pihak produsen sudah mengeluarkan banyak uang untuk alat-alat produksi. Setelah berjalan beberapa lama, teman anda mulai malas-malasan, atau yang parah adalah dia mencari partner lain yang bisa memasok barang dengan harga lebih murah. Anda ditinggalkan. Kalau anda tidak bisa mencari pasar, maka anda bangkrut dan berhenti. Saran saya, andalah yang harus berdiri dimuka menjual produk anda sendiri. Kuasai pasar anda, pahami pasar anda, maka anda akan berhasil.
d. Mencatut kiri-kanan
Kalau anda menjadi pengusaha, buka mata dan telinga anda. Pegawai anda yang baru bergabung dan tidak anda kenal adalah bahaya bagi anda. Saya mengenal orang yang pensiun dari pekerjaannya, dan uang tabungannya dibelikan dua buah angkot baru. Dia terjun ke bisnis angkutan umum tanpa mau belajar seluk-beluknya sama sekali. Dia mencari 2 orang supir yang mau menyetor sejumlah uang setiap hari. Baru dua bulan jalan, kedua supir ini minta keluar. Maka digantilah dengan supir lain. Yang membuat heran, sejak ganti supir, kedua angkotnya gampang mogok. Hampir tiap hari ada masalah.
Akhirnya setelah diperiksa ulang ke bengkel baru ketahuan bahwa supir-supir yang pertama menjual spare part di dalam angkot baru tadi, termasuk ke empat ban-nya. Dan diganti dengan spare part lama. Uang sisanya dikantongi. Maka sekarang kedua angkot ini berisi onderdil bekas yang gampang hancur. Karena angkotnya mogok terus, saya mendengar pengusaha ini sekarang gulung tikar.
Saya pernah menjual mie ayam di kawasan Depok. Penjualnya kenalan baik yang perlu ditolong. Karena saya sudah punya beberapa pengalaman buruk, maka saya bisa berhati-hati. Dalam 2 bulan pertama, mie saya laku keras. Pelanggan bertambah tiap hari. Tapi lama-kelamaan pelanggan mulai menghilang. Kami melakukan pemeriksaan mendadak. Akhirnya kami ketahui bahwa bumbu dan daging ayam yang kami kirim tiap pagi, dipakai makan oleh keluarga mereka. Dan untuk jualan diganti dengan bakso lembek yang murah. Maka jelaslah bahwa kualitas turun, dan pelanggan tidak mau datang lagi. Jadi bukan hanya uang yang bisa dicatut, bumbu dan makanan juga bisa dicatut. Kalau anda punya pegawai, pikirlah selalu, dibagian manakah wilayah yang bisa dicatut ? Ibu saya adalah pengusaha catering. Dia selalu ngotot untuk belanja sendiri di pasar pada waktu subuh. Katanya, wilayah belanja inilah yang paling rawan catutan. Dan disinilah daerah dimana modal bisa ditekan agar untung semakin tinggi. Maka dia tidak pernah mempercayakan hal belanja ini kepada orang lain.
e. Sistem penagihan yang ketat
Jika anda masuk ke bisnis sewa, kredit kecil-kecilan, kos-kosan, usahakan agar penagihan bulanan anda rapi, ketat dan teratur. Jika anda lalai beberapa bulan saja, maka bisnis anda mungkin bisa berantakan dan harus mulai dari awal. Saya pernah mengelola bisnis hosting internet yang tingkat persaingannya tinggi, dimana pelanggan membayar sewa tiap bulan dalam jumlah kecil. Karena kelalaian saya, maka ada beberapa puluh pelanggan yang lupa ditagih karena saat itu saya menggunakan metode manual. Akibatnya, ketika ditagih, mereka malahan pindah ke provider lain dan menolak tagihan saya. Lebih untung pindah ke pengusaha lain daripada membayar saya beberapa bulan di belakang. Saya rugi kehilangan beberapa puluh pelanggan tadi.
POSITIONING
Ada satu hal penting yang harus renungkan dalam merencanakan sebuah bisnis. Pakar marketing Hermawan Kertajaya sering bicara soal positioning dalam pasar. Kadang kadang orang bisa sukses atau gagal karena salah dalam posisi ini.
Sebuah kisah nyata dari sebuah buku, ada seorang dari Bali merantau hingga kota New York di Amerika. Disana dia berusaha membangun bisnis dari nol dengan cara membuka butik pakaian-pakaian unik dengan style Bali. Usahanya ternyata tidak lancar, padahal dia sudah menawarkan produk di tokonya dengan harga sangat-sangat murah. Tapi pengunjung ternyata menolehpun tidak pada tokonya. Beberapa tahun kemudian dia mengganti strategi, sekarang dia menaikkan harga pakaiannya berkali-kali lipat. Ratusan dan ribuan dollar sebuahnya. Aneh, sekarang dagangannya mulai laris. Bintang film Amerika sering keluar masuk tokonya dan membeli beberapa buah. Orang-orang melihat tokonya sebagai toko kelas atas, dan dia mendapatkan keuntungan tinggi. Pengusaha ini menemukan positioningnya dan dia sukses.
Kebalikannya ada teman-teman saya yang masuk ke dalam pasar dan bersaing dengan harga lebih tinggi dari toko kiri-kanannya, dia katanya mengandalkan kualitas. Karena kualitas lebih tinggi, maka harga juga di atas pesaingnya. Namun para pembeli tidak berhasil melihat kelebihan produk toko ini, dan mereka hanya menganggap toko ini lebih mahal. Akhirnya dagangannya seret.
Di beberapa negara barat, ada survey yang mengatakan bahwa pembeli retail itu cenderung membandingkan toko yang satu lebih mahal atau lebih murah adalah dari barang-barang kecil (misalnya makanan/minuman) yang mereka beli. Misalnya ada supermarket A dan supermarket B. Kalau harga coca-cola di supermarket A lebih mahal beberapa sen saja dari supermarket B, maka konsumen menganggap semua harga barang di supermarket A mahal semua. Karena itu ada supermarket-supermarket yang justru membanting harga coca-cola dibawah harga. Tidak apa-apa rugi, yang penting dibenak konsumen mereka menganggap supermarketnya berisi barang-barang murah semua.
Bagaimana aplikasinya di Indonesia ? Kita melihat banyak restoran mie memasang harga murah buat semangkok mie andalannya. Ada restoran yang memasang spanduk bahwa mie ayam di restorannya berharga Rp 5000. Maka orang menganggap pasti di Restoran itu semua makanannya murah-murah. Padahal biasanya harga Juice dan minuman lebih mahal dari makanan utama. Rata-rata juice dihargai Rp 7000 atau lebih. Memang biasanya restoran seperti ini justru mendapat untung bukan dari makanan, tapi dari minuman.
PRAKTIS
TENTUKAN BISNIS ANDA SEKARANG
Baik. Anda sudah mendapat beberapa teori memulai usaha. Sekarang anda sendiri yang menentukan pilihan bisnis anda. Jenis bisnis apa yang mau anda garap ? Buat beberapa daftar yang terpikir di benak anda.
Kita akan bermain-main dengan imajinasi. Misalnya saat ini anda belum punya ide tentang bisnis yang anda lakukan. Kita coba kerjakan permainan ini.
Dalam 5 menit, coba anda tulis 30 bisnis yang anda kenal dan anda suka mengerjakannya. Begitu terlintas di kepala, langsung anda tulis. Kami bantu dengan beberapa daftar ini :
- Rumah makan padang
- Agen Koran/majalah
- Event Organizer
- Catering
- Toko buku
- Agen properti
- Wartel/warnet
- Perusahaan jasa internet
- Restoran mie ayam…dst
a. Sekarang cari dalam daftar tadi, bisnis yang sudah dikerjakan oleh orang-orang di dekat anda. Coret bisnis itu sekarang. (Kita akan berlatih dengan bisnis yang unik, dan bukan sekedar meniru orang terdekat anda).
b. Cari dalam daftar tadi, bisnis yang sudah terlalu menjamur di lingkungan dekat anda. Coret bisnis-bisnis itu.
c. Dari sisa yang anda, pilih satu saja bisnis yang paling anda suka. Inilah bisnis yang unik menurut pilihan anda saat ini. Kita akan mengerjakan planning terhadap bisnis ini.
HITUNG MODAL, PERKIRAAN KEUNTUNGAN DAN BLEEDING TIME
Bleeding time maksudnya adalah masa-masa dimana bisnis anda belum menghasilkan keuntungan, dan pada masa ini anda harus mensubsidi bisnis anda dari kantong sendiri. Rata-rata perusahaan Informasi Teknologi (IT) menyediakan waktu antara 2 tahun sampai 3 tahun sampai perusahaan itu impas dan menghasilkan keuntungan buat pemiliknya.
a. Ambil kertas dan mari kita hitung bisnis anda.
b. Buat daftar apa saja keperluan bisnis anda. Misalnya anda mau menggarap restoran ayam bakar, segera tulis kebutuhan anda : ruang, meja, kursi, piring, gelas, dan lain-lain. Tulis perkiraan biaya yang anda perlukan dari kebutuhan ini.
c. Lalu tulis berapa cost perhari. Misalnya anda menjual 50 piring ayam bakar setiap hari sebagai permulaan. Jumlahkan menjadi cost perbulan. Tambahkan cost gaji pegawai-pegawai anda, sewa ruang, telepon, dan lain-lain.
d. Maka anda temukan modal awal, cost perhari dan perbulan.
e. Tetapkan berapa lama anda menyediakan waktu dimana bisnis ini boleh merugi sambil memberi kesempatan client anda mengenal usaha anda. Apakah 6 bulan ? Apakah satu tahun ? Berapa biaya perbulan, per-6-bulan dan pertahun yang
f. Berapa keuntungan yang anda dapatkan setelah 6 bulan atau satu tahun ? Lalu lihat apakah keuntungan finansialnya sesuai dengan perjuangan anda selama membangun bisnis itu ?
g. Kesimpulan akhir : apakah bisnis itu layak atau tidak diperjuangkan ? Tulis pendapat anda. Mentor dan fasilitator akan mendengar komentar anda dan memberikan saran.
h. Jika bisnis ini layak di atas kertas. Sekarang tetapkan apakah anda memerlukan badan hukum untuk mengerjakan bisnis anda ? Mungkin anda mau mendirikan CV atau PT.
DANA DAN MODAL
Sekarang sebelum menerjukan diri dalam lapangan bisnis sesungguhnya, anda harus melihat modal usaha anda.
a. Apakah mau menggunakan modal dari uang sendiri,
b. atau menggadaikan asset anda dan meminjam dari pihak lain ?.
c. atau mengajak teman bekerja sama, memiliki saham bersama-sama, agar resiko
juga dapat ditanggung bersama ?
Seandainya anda tidak memiliki modal, anda dapat mencoba mencari investor yang mau menanamkan uang pada bisnis anda. Yang diperlukan adalah sebuah proposal berisi ide dan pendalaman mengenai bisnis anda. Materi ini dapat anda presentasikan di hadapan pemodal untuk menggalang dana. Dalam hal ini jangan lupa untuk mengatur kepemilikan saham sebaik-baiknya secara tertulis.
1 komentar:
met malem mas, artikelnya sangat bagus. Saya kira banyak orang yang ingin memulai bisnis mereka sendiri harus membaca artikel ini. B
Poskan Komentar