
Menemukan Peluang Bisnis
Dwi Malistyo, ST.
Training di Hotel Sofyan, 9 April 2005
KENAPA MAU JADI PENGUSAHA ?
Orang Indonesia memang aneh. Dari kecil bertahun-tahun bersekolah, mengumpulkan ilmu bertimbun-timbun hingga lulus sarjana, tapi setelah itu membawa ijasahnya untukantri berdesak-desakan dan melamar pekerjaan di perusahaan-perusahaan. Rela digaji mulai Rp 1.5 juta sebulan [gaji sarjana yang baru bekerja], yang penting aman. Tiap bulan gajian.
Sewaktu makan siang di kantor, saya iseng bertanya kepada tukang Soto Ambengan yang berjualan dengan gerobak. “Pak, berapa penghasilan bapak selama sebulan ?”.Dia mengatakan rata-rata satu hari menjual 100 mangkok soto. Kalau 1 mangkok menghasilkan keuntungan bersih Rp 1.500 saja, maka dalam satu hari dia untung Rp
150 ribu rupiah. Dan dalam 20 hari kerja, dia rata-rata mendapat income bersih Rp 3juta.
Seorang tukang soto saja punya penghasilan dua kali di atas sarjana yang baru bekerja. Tapi bukan itu masalahnya ! Saya mengajak bapak-ibu yang hadir pada training ini untuk memikirkan kembali dan merenungkan, lebih baik mana : menjadi orang yang bekerja pada orang lain, atau menjadi pengusaha walaupun sekelas tukang soto tadi ?.
Disini ada sebuah asset yang tidak kelihatan, yang merupakan modal semua orang. Yaitu waktu. Kita memiliki waktu sama, yaitu 24 jam sehari. Tapi kenapa ada orang yang memiliki penghasilan tinggi dan ada yang rendah ?.
Seorang pekerja yang sudah bekerja satu tahun rata-rata memiliki :
a. Gaji tetap, walaupun kecil.
b. Merasa aman, karena setiap bulan mendapat penghasilan.
c. Sukar naik jenjang dan naik penghasilan, tergantung promosi.
d. Punya resiko di PHK atau dipecat.
e. Tidak punya waktu senggang, waktu habis di kantor.
f. Belum punya bisnis untuk diwariskan kepada keturunan.
Seorang pengusaha yang sudah mulai berwirausaha satu tahun rata-rata memiliki :
a. Income bersih tetap, dan mulai berkembang
b. Mendapat keamanan dari beberapa usaha yang digarap, bukan cuma satu.
c. Tidak punya resiko di PHK atau dipecat, usaha milik sendiri.
d. Memiliki waktu senggang untuk menciptakan bisnis dan usaha baru.
e. Punya asset, bisnis dan perusahaan yang bisa diwariskan.
Saran saya : Orang yang baru lulus sebaiknya menginvestasikan dirinya beberapa tahun bekerja di perusahaan orang lain untuk belajar bisnis, dan mengembangkan networking. Namun sebelum usia 35 tahun, segera menggarap bisnis miliknya sendiri untuk menjamin hari tua dan diberikan kepada keturunan.
TIDAK PUNYA WAKTU, TIDAK PUNYA MODAL, TIDAK PUNYA PENGETAHUAN
Banyak alasan yang dipakai orang untuk melindungi diri mereka dari kegagalan. Padahal ketakutan mereka yang sesungguhnya adalah takut gagal !. Salah satu alasan utama yang dijadikan tameng adalah : tidak punya waktu.
Sesibuk apa sih anda di pekerjaan ? Apakah kesibukan anda memang punya relevansi dengan kehidupan anda di masa depan ?. Dalam salah satu biografinya, artis asal Amerika, Britney Spears, pernah ditanya mengenai makanan kesukaannnya. Dan ia menjawab bahwa ia sangat suka es krim. Sang penanya semakin bingung, bagaimana
caranya orang yang suka es krim bisa mempertahankan berat badannya agar tetap langsing. Sang artis menjawab, bahwa ia sudah lima belas tahun tidak pernah makan es krim ! Ia membayar sukses dalam karir dengan mengorbankan makanan kesukaannya.
Bagaimana dengan anda ?. Ya. Sudah saatnya Anda melakukan sensor bagi berbagai kegiatan yang tidak penting bagi anda, dan menggantinya dengan kegiatan yang punya arti bagi masa depan.
Jawaban di urutan kedua yang sering dijadikan alasan orang untuk tidak mau terjun jadi pengusaha adalah : tidak punya modal.
Orang yang terkaya di dunia saat ini, Bill Gates, pemilik Microsoft, memulai usahanya hanya dengan modal dengkul dan modal ide. Setelah drop out dari Harvard, Bill Gates berani bermimpi untuk memiliki bisnis yang dapat menjadi saingan IBM. Mimpi ini ia pupuk terus sehingga membuahkan keberanian untuk bertindak. Dengan keberanian ini, Bill Gates menjual ide briliannya yang menawarkan solusi bisnis di bidang teknologi informasi ke berbagai investor, sampai akhirnya ia mampu menggalang dana yang cukup untuk memulai usahanya.
Ingat kegigihan Kolonel Sanders pendiri franchise ayam goreng KFC terkenal. Dia memulainya di usia 66 tahun, pensiunan angkatan darat dari negara adidaya, tidak memiliki uang sepeser pun kecuali dari tunjangan hari tuanya, yang semakin menipis.
Dia memiliki keahlian dalam memasak, dia tawarkan resep masakannya ke lebih dari 1.000 restoran di negaranya. Akhirnya restoran yang ke-1008, menerima resepnya tersebut dan kini kita dapat menikmatinya di Indonesia, Kentucky Fried Chicken. Mungkin impian Kolonel Sanders sangat sederhana, ingin memiliki uang yang layak
untuk hidup di hari tuanya yang tinggal sebentar lagi.
Bagaimana dengan alasan klasik, tidak punya pengetahuan ?
Saya pernah membaca cerita di internet, bagaimana saudara kita dari keturunan Chinesse bingung melihat ribuan orang Indonesia berbondong-bondong mendatangi acara penerimaan lowongan pekerjaan sambil menentang map. “Orang Indonesia aneh ya !” katanya. Kenapa ? Ya sebab mereka memiliki sedemikian tinggi ilmu pengetahuan, tapi ilmunya dimasukkan ke dalam laci dan mereka melamar mencari pekerjaan. Kalau orang Chinesse sudah diajar sejak kecil untuk menjadikan pengetahuan mereka sebagai ladang uang. Misalnya mereka bisa memasak mie, ya mereka akan berjualan mie ayam yang enak. Mereka bisa membuat bakso, ya berjualan bakso hingga usahanya besar.
Ini ada cerita soal orang pintar, orang sedang, dan orang bodoh. Saya mendengar ini waktu kuliah di teknik UI. Kisahnya ada 3 orang sahabat yang sama-sama kuliah di sebuah kampus. Yang satu pintar, yang satu sedang dan yang terakhir –maaf—agak bodoh. Begitu lulus, yang paling pintar langsung diminta kampus untuk menjadi kepala laboratorium. Katakanlah gajinya Rp 3 juta. Lalu yang sedang, begitu lulus dia mulaimelamar pekerjaan dan menjadi pegawai bank. Gajinya lumayan, Rp 5 juta, padahal dia ini sedang-sedang saja kepintarannya. Nah, yang terakhir, bisa lulus dengan nilai pas-pasan. Dan tidak ada satu perusahaan pun yang mau menerima dia karena nilainya rendah. Karena itu dia buka warung makan sendiri. Dalam beberapa tahun, sebuah majalah mengatakan dia sudah memiliki beberapa puluh restoran di Indonesia, dan memegang hak waralaba. Incomenya sudah puluhan milyard, dan walau dia agak bodoh tapi anak-anaknya semua sekolah di luarnegeri. Masing-masing anak ini sudah dipersiapkan untuk memegang salah satu perusahaannya.
Hikmah dari kisah ini adalah, pengetahuan tidak berkaitan langsung dengan kesuksesan dalam bisnis. Ilmu pengetahuan memang memerlukan IQ tinggi, tapi bisnis lebih memerlukan kendali EQ (emosi) yang luarbiasa.
PILIHAN ANDA UNTUK MENDAPATKAN INCOME
Seorang penulis buku sukses bernama Robert Kiyosaki mengatakan bahwa jenis
Income itu ada 4 :
a. E - employee
b. S - self employee
c. B - business
d. I - investor
Seorang E (employee) adalah orang yang bekerja pada orang lain, memberikan waktuhidupnya setiap hari sejak pukul 08.00 hingga 05.00 untuk mendapatkan gaji di akhir bulan. Ini adalah kebanyakan orang di sekeliling kita, dan termasuk kita sendiri.
Seorang S (self-employee) adalah mereka yang berwirausaha. Ini adalah mereka yang punya toko, atau para professional seperti dokter dan pengacara.
Seorang B (business) adalah orang memiliki bisnis. Bedanya dengan Self-Employee, orang ini punya team dan pegawai yang mengerjakan usahanya. Sementara si B ini punya waktu untuk membangun usahanya yang lain. Jadi orang ini punya sistem dan pegawai-pegawai yang membesarkan usahanya.
Seorang I (investor) adalah orang yang (relatif) tidak bekerja, tapi uang-nyalah yang bekerja dan menghasilkan income terus-menerus bagi dia.
Note :
Dalam training ini, pertama kali kita melihat bagaimana seorang Employee (E) atau posisi kita saat ini untuk belajar masuk menjadi seorang S. S adalah mereka yang membuka usaha sendiri dan mengerjakan sendiri. Lalu kita bergerak menjadi seorang B, dimana kita nanti diperkenalkan dengan sistem yang mendukung usaha kita yang disebut franchise atau waralaba. Dengan franchise ini kita bisa membangun banyak usaha yang memperbesar jaringan usaha kita.
Pindah kuadran dari E ke S atau B, memerlukan waktu. Anda yang pindah dari seorang pekerja ke seorang pebisnis memerlukan proses untuk belajar. Saya menganjurkan anda meluangkan waktu dan biaya [harus!] untuk memulai proses kepindahan anda. Kuadran yang berbeda memerlukan ketrampilan yang berbeda. Anda harus belajar dan hal ini tidak bisa seketika terjadi.
Di kantor, utamakan membangun pasar bagi masa depan bisnis anda. Misalnya anda mantap ingin mulai bisnis catering, jangan ragu-ragu mencetak kartu nama dan berikan kepada orang yang anda kenal. Biarkan satu persatu orang mengenal anda dengan bisnis yang anda miliki. Lihat bila usaha anda berkembang, pesanan mulai rutin, dan income dari bisnis ini sudah jauh diatas penghasilan dari kantor, maka itulah saat anda untuk full menekuni bisnis impian anda. Proses marketing ini memang tidak bisa sebentar, tapi mulailah dari sekarang ! dan nikmatilah prosesnya.
IDE BISNIS
Bagaimana mencari sebuah ide bisnis ?. Caranya banyak !.
a. Anda bisa menggali dari diri sendiri. Apa hobby anda ? Misalnya anda suka memasak. Coba anda mulai berpikir membuka usaha nasi goreng atau seafood. Bagaimana dengan bakso dan mie ayam ? rata-rata keuntungan bersih bisnis makanan bisa mencapai 50 persen dari harga jual ke konsumen. Kalau anda hobby kerajinan tangan, kenapa tidak anda garap dengan serius untuk dijual ke pasar. Bisa mulai lewat teman-teman anda di kantor, perkumpulan sosial, dll. Banyak sekali orang sukses karena mengembangkan hobby. Mereka serasa tidak bekerja, tapi sedang menjalankan kesenangannya.
b. Jalan-jalan ke toko buku. Disana banyak buku-buku berisi ide-ide usaha. Ada buku beternak ayam, ada buku cara memelihara ikan, dan sebagainya. Itu semua adalah ide bisnis yang dapat anda garap dan menghasilkan income
besar.
c. Jika benar-benar kehabisan ide, coba jalan-jalan bersama pasangan keliling daerah anda sewaktu libur. Lihat, ada usaha apa saja disekitar anda ? anda bisa mencontoh. Pasti banyak usaha yang bisa ditiru. Usaha makanan, salon, laundry, toko buku, jual bunga, agen koran, dan sebagainya. Catat semua itu dan bahas bersama pasangan anda.
Pilih satu yang mantap di hati anda. Gali terus informasi yang berkaitan dengan usaha yang akan anda jalani. Gunakan semua media komunikasi untuk mencari tahu. Bisa ke perpustakaan, toko buku, bertanya kepada teman dan saudara atau bahkan bisa berdiskusi di forum-forum internet.
Pada waktu anda membaca makalah saya ini, mungkin jantung anda sudah berdebar-debar ingin segera menjadi pengusaha. Tapi diingatkan, banyak orang yang hanya selesai sampai jantung berdebar-debar saja, dan tidak ada tindak lanjutnya. Kalau anda mau bebas financial dan memiliki income tinggi, segera terjun ke lapangan menjadi pengusaha sebenarnya.
Waktu saya memulai bisnis mie gerobak, saya mencadangkan biaya selama 6 bulan tidak mendapatkan penghasilan. Saya anggap selama 6 bulan itu rugi, dan orang hanya mencoba-coba dulu. Anggap waktu selama itu dipakai untuk promosi dan mengumpulkan pelanggan. Ternyata sekitar 4 bulan, pelanggan sudah mulai rutin dan bulan berikutnya sudah mulai impas.
[bersambung..]
0 komentar:
Poskan Komentar