Pages

Senin, 22 Desember 2008

Menjawab sebuah Keberatan.




Salam sukses !.

Teman-teman yang luarbiasa, saya ingin menyumbangkan sedikit tulisan mengenai Bekal BO (business opportunity). Biasanya dalam BO kita akan menemui pertanyaan-pertanyaan yang sulit di jawab, nah saya coba menguraikan satu demi satu masalah yang bisa timbul beserta solusinya. Semoga bisa berguna dan membuat diri anda semakin percaya diri (Pede).

Kesalahpahaman : "Di MLM, Upline yang di atas selalu menerima bonus lebih besar dibanding downline-nya".

Dibawah ini adalah obrolan fiksi, isinya rangkuman obrolan saya dengan banyak orang tentang MLM.

Teman : "Dwi. Saya nggak akan pernah ikutan bisnis MLM. Tahu nggak ? Di bisnis MLM itu sangatlah tidak fair. Orang yang lebih dulu masuk, bisa memeras sebanyak mungkin hasil kerja downline-nya. Sementara dia sendiri enak-enakan menerima hasilnya di atas. Downlinenya kerja matian-matian, sementara dia yang di atas lah yang menuai hasilnya. Tidak, saya nggak akan ikutan bisnis kejam seperti itu !".

Dwi : "Wow..wow..wow...semangat banget sih. Wah. Ini baru luarbiasa. Saya senang ada satu pemikiran kritis tentang bisnis MLM. Yok, kita kupas sama-sama. Kalau memang MLM itu adalah industri yang ilegal dan tidak fair, saya akan keluar meninggalkan bisnis semacam itu. Okey ?. Kita diskusi yah ?".

Teman : "Boleh aja, siapa takut ?".

Dwi : "Kita bahas dulu bisnis konvensional yah ?. Nanti kita baru mencari persamaannya dengan bisnis MLM. Begini, katakan saja kamu mau menjadi agen distributor Teh Botol Sosro. Apa yang kamu lakukan ? Tentunya kamu harus punya modal untuk beli beberapa krat Teh Botol buat modal, lalu kamu cari tempat yang bagus. Katakan saja, kamu punya modal Rp 500.000 yang dapat 40 krat Teh Botol. Teh Botol ini kamu ambil di Agen Pusat kota kamu. Lokasi kamu sudah ada, yaitu di terminal Cililitan dan kamu mempekerjakan 2 orang anak remaja untuk mengedarkan Teh Botol."

Teman : "Sampai disini jelas. Terusin deh".

Dwi : "Setelah satu minggu, semua Teh Botol kamu habis. Kamu girang karena modal sudah kembali. Kamu sekarang beli lagi 80 Teh Botol dan mempekerjakan 4 orang remaja. Kira-kira ini mungkin nggak ?"

Teman : "Ya mungkin saja. Kenapa tidak ?".

Dwi : "Apakah disini kamu lihat, bahwa semakin banyak kamu menjual Teh Botol, maka orang di Agen Pusat akan semakin kaya ?. Kamu yang kerja, orang lain yang untung. Kalau bulan depan kamu bisa jual 1000 krat Teh Botol seminggu, mungkin yang jadi Agen Pusat akan beli mobil baru ?. Sama saja khan dengan MLM ? Downline kerja tapi upline juga dapet untung ?. Kenapa di bisnis lain suatu 'pengambilan untung' di katakan wajar sementara di bisnis MLM tidak boleh ?".

Teman : "Kok di bisnis lain juga ada sistem nggak fair sih ? Orang lain kerja, sementara ada yang lainnya ongkang-ongkang kaki mengambil untung".

Dwi : "Bisnis itu tidak salah !. Itulah yang namanya bisnis distribusi barang. Kalau saya Agen Pusat teh botol, maka saya akan dapat keuntungan dari setiap Teh Botol yang kamu jual. Tapi kamu khan dapat untung juga dari tiap teh botol yang terjual ? Kamu juga enak lho, tidak perlu bikin pabrik Teh Botol dan keluar biaya iklan. Kamu cuma JUALAN teh botol saja !. Memang inilah bisnis distribusi"

Dwi : "Di bisnis MLM juga demikian. Malahan sistem di perusahaan MLM anggota APLI dibuat sedemikian ketat sehingga downline yang dibawah pun bisa menyaingi bonus dan jenjang upline diatasnya. Di Forever Young saya menyaingi jenjang dan bonus upline langsung saya. Sementara bonus saya juga dilampaui downline saya. Ini tergantung siapa yang kerja lebih keras".

Teman : "Jadi ternyata di MLM, upline belum tentu bonus nya lebih besar dari downline yah ?".

Dwi : "Benar, asalkan MLM itu adalah anggota APLI (asosiasi penjual langsung indonesia). Di dunia ini banyak aktivitas penggandaan uang dengan kedok sistem MLM. Namanya yang benar adalah skema piramida (Pyramid Scheme), di Malaysia disebut Skema Cepat Kaya. Disini memang upline akan selalu menerima bonus lebih tinggi dibanding downline. Yang ikut beginian cuma orang malas yang mimpi punya gaji besar tanpa kerja. Di MLM sejati kita dibayar untuk menciptakan pasar. Bisnis kita adalah pemasaran langsung dengan merekrut para pemasar (networker) agar produk MLM kita terjual dan ada omzet yang masuk.

Teman : "Bagaimana membedakan MLM asli dan palsu ?".

Dwi : " Cara paling aman adalah dengan mengikuti perusahaan MLM anggota APLI yang jumlahnya 33 buah itu. Sebab masyarakat awam tidak mampu membedakan MLM sejati yang
bekerja mendistribusikan produk, dengan MLM palsu yang melakukan arisan uang. MLM yang asli itu uang pendaftarannya murah, sekitar Rp 50.000 hingga Rp 100.000, sementara MLM palsu bisa ratusan ribu. Kenapa ? Sebab di MLM asli, bonus
utama kita di dapat dari transaksi produk. Sementara di MLM palsu, uang pendaftaran itulah yang dipakai membayar bonus upline".

Teman : "OK Dwi. Saya jelas sekarang. Kalau bisnis ini fair dan kerja keras, saya akan mau bergabung. Thanks buat informasinya".

Dwi : "Sama-sama. Sukses !".

Arsip Majalah Network Marketing

Inilah kisah sukses Bapak Dwi Malistyo, seorang insinyur yang sukses di MLM Forever Young Indonesia. Tulisan ini diambil dari Majalah Network Marketing (Edisi Septermber 2002/Tahun III halaman 14-16) dengan judul Dwi Malistyo, Insinyur yang Sukses di MLM.


---
Ekonomi keluarga yang awut-awutan, rasa kecewa yang mendalam terhadap hidup, teror utang delapan kartu kredit yang sudah over limit dari beberapa bank, dan segudang masalah kehidupan lainnya, membuat pria kelahiran Jakarta, 29 Maret 1969 ini, banting stir. Hasilnya, penghasilanya sebulan mendekati angka 10 juta rupiah.





Bapak Dwi Malistyo, bersama Istri dan Anak tercinta

"Saya sudah cape hidup gali lobang tutup lobang," ujarnya mengawali kisahnya bergabung dengan bisnis MLM. Sebelumnya, jebolah Fakultas Teknik Elektro, Universitas Indonesia tahun 1995 ini adalah karyawan PT Prabuhana. "Gaji saya selama bekerja di situ tidak pernah cukup. Ternyata gelar insinyur saya sama sekali tidak bisa diandalkan dengan situasi perekonomian kita yang masih carut-marut. Saya jadi bingung dengan masa depan anak saya," lanjut Dwi ketika bertemu dengan Network Marketing.


Keluar dari kesulitan

Mengingat kesulitan yang ada, pilihan hidup Dwi ada di antara sukses atau mati! "Makanya, saya bersyukur sekali bisa bertemu dengan Pak Gatot, Junior Network Director Forever Young pemilik stokis di Bekasi. Sebagai upline dia banyak membantu saya untuk keluar dari semua kesulitan yang ada," akunya. Sepertinya, kisah pertemuan Dwi dan Gatot memang sudah ditakdirkan. "Saya juga ingin mengubah hidup," imbuhnya. Singkat cerita, suatu hari, Dwi iseng-iseng bukan internet,"Eh, saya tertarik untuk membuka web site www.swausaha.com," kenangnya. Sampai akhirnya, terjadi "kopi darat" antara Dwi dan Gatot. Baru setelah sepuluh kali diyakinkan manfaat dari peluang bisnis yang ditawarkan Gatot, ayah dari Hizkia William Eben (4 tahun) ini baru mau bergabung. "Tadinya, saya nggak percaya, mana ada sih bisnis pupuk dengan makanan kesehatan. Tapi, setelah dijelaskan maksudnya dan bagaimana menjalankannya, pupus sudah keraguan saya terhadap bisnis MLM yang ditawarkan. Saya melihat di bisnis MLM itu tersimpan mutiara yang indah," kenangnya sambil tersenyum.

Merasakan nikmatnya hidup

Bapak Dwi Malistyo, bersama Istri dan Anak tercinta

Tahun 2001, Dwi resmi terdaftar sebagai member Forever Young (PT Foreverindo Insanabadi). "Ini saya putuskan setelah tahun 1999, saya tidak bisa keluar dari krisis keuangan. Kemudian, saya juga mulai mengevaluasi diri," kata Dwi.

Adapun yang dikerjakan Dwi, awalnya adalah mengembangkan jaringan melalui internet. Perlahan tapi pasti, jumlah jaringan terus bertambah. Kira-kira 7 bulan, ia berhasil mencapai posisi Network Director, satu tingkat sebelum posisi Senior Network Director. Satu prestasi yang luar biasa! "Sejak itu, kehidupan ekonomi keluarga saya jadi lebih baik. Mungkin dalam sejarah Forever Young, saya tercepat. Ditambah dengan bonus yang saya terima juga melejit dengan cepat. Saya betul-betul merasakan nikmatnya hidup. Saya benar-benar bersyukur. Terima kasih juga untuk Pak Gatot dan tentunya Perusahaan Forever Young. Hidup saya tidak lagi dihantui ketakutan akan masa depan anak," papar Dwi. Namun diakui Dwi, bahwa kunci keberhasilannya ini ada pada kekuatan duplikasi. "Ini sudah terjadi. Bola salju tinggal digerakan saja," tambah pria yang dulu mengaku anti MLM. Sebagai Network Director, penghasilan Dwi rata-rata 9 juta rupiah per bulan. Ia juga berhak atas bonus mobil, motor, dan jalan-jalan ke beberapa tempat wisata di Tanah Air.




Bapak Dwi Malistyo, dalam Majalah Network Marketing


Tidak takut ditolak

"Dalam menjalankan bisnis MLM, salah satu masalah yang banyak dialami oleh teman-teman sesama pebisnis MLM lain adalah ditolak," katanya datar. "Imej bisnis MLM ternyata masih buruk. Otomatis, waktu saya banyak terkuras untuk memberikan penjelasan apa dan bagaimana bisnis MLM. Harapan saya cuma satu, pemahaman masyarakat kita tentang bisnis ini bisa berubah. Meskipun tidak drastis," lanjutnya.
Ketika Dwi sedang melakukan perekrutan, ditolak, didiamkan, atau dicuekin sudah menjadi hal yang biasa. "Karena saya pikir, inilah cobaan yang terbesar dalam bisnis MLM. Tapi, saya harus berjiwa besar. Saya terus meyakinkan diri dan orang lain bahwa bisnis ini adalah bisnis yang sangat manusiawi dan bukan bisnis penipuan," tegasnya. Beruntunglah Dwi, dari sekian banyak orang yang dia prospek, akhirnya punya pemahaman yang benar mengenai bisnis MLM. Buktinya, saat ini jumlah downline-nya berjumlah sekitar 9000 orang. "Memang saya akui tidak semua aktif. Tapi, saya senang, karena mereka semua tersebar di seluruh Tanah Air. Bahkan ada yang di Malaysia, Netherland dan Kanada," tegas suami dari Herlina Septiani Lasso ini dengan bangga.


Falsafah Pelayanan

"Ketika Anda sudah diterima oleh calon member, Anda harus fokus ke pelayanan atau servis. Ini kan sesuai dengan falsafah di Forever Young, mengasihi dan melayani downline," kata Dwi sambil membetulkan lengat kemejanya. Hari itu ia terlihat sangat bersemangat. "Gimana ya, MLM itu sudah jadi pilihan. Semua yang bergabung maupun yang belum bergabung adalah keluarga saya. Inilah yang selalu saya tanamkan ke diri, agar tidak patah semangat. Saya harus jadi pelayan yang baik," Lanjut Dwi.
Semua akan menjadi semakin mulus, jika dalam berbisnis komitmen kita juga jelas. Seperti yang dilakukannya selama ini. "Saya selalu siap membantu, khususnya untuk mengembangkan jaringan. Tak peduli jaringannya beda dengan saya. Saya percaya apa yang kita tabur, kelak kita akan menuai hasilnya," katanya lagi. "Tapi, satu lagi yang harus diingat, dalam berbisnis MLM, kita tidak boleh cepat putus asa. Dan jangan berhenti terlalu cepat. Ketika bonus terasa masih kecil, yakinkan ke diri semua bisa diatasi. Begitu pula dengan pengalaman saya sendiri," Aku pria yang rajin membaca buku-buku tentang orang sukses dan buku-buku mengenai MLM, seperti karangan Andrias Harefa. "Ternyata memang benar kan. Tidak ada orang yang bisa sukses dalam setahun atau dua tahun. Semua membutuhkan waktu yang lama," ujarnya sambil tersenyum dan menawarkan Network Marketing untuk menyeruput soft drink yang sudah disediakannya. Senja mulai menapak. Tak terasa obrolan kami terus bergulir. Ternyata Dwi teman yang asyik diajak ngobrol. Ia pun bercerita tentang cita-cita dan impian-impiannya.

Antara cita-cita dan mimpi

Cita-citanya sewaktu kecil, ingin menjadi insinyur. Dan tercapai. "Kalau sekarang saya melupakan gelar saya, bukan berarti saya tidak mendapatkan ilmu dari tempat saya menuntut ilmu selama ini. Tapi, dengan bisnis MLM sekarang ini, saya ingin mewujudkan mimpi-mimpi saya yang lain," ungkapnya lagi. Beberapa dari mimpi itu adalah bisa mensukseskan suatu group, ingin segera meraih posisi Senior Network Director, dan ingin jalan-jalan ke Eropa bersama groupnya. "Jika ini sudah bisa saya raih, saya akan memikirkan langkah-langkah selanjutnya. Bisa saja akan berkutat di dunia motivasi," ujar pria yang punya motto hidup dengan falsafah Forever Young, yaitu hidup adalah untuk mengasihi dan melayani menyudahi obrolan dengan Network Marketing.

Kamis, 18 Desember 2008

“Who moved my cheese ?”, Bersiaplah untuk perubahan.




Salam luarbiasa !.

Teman-teman, seorang psikolog pernah menjelaskan hasil dari suatu riset mengenai penyebab konflik dan pertengkaran di dalam rumah tangga Indonesia. Menurutnya ada 2 penyebab konflik sehari-hari yang sangat umum terjadi.

(a) Di keluarga kurang mampu secara ekonomi, konflik hampir selalu berkisar mengenai masalah kekurangan uang.

(b) Di keluarga berada, konflik hampir selalu berkisar mengenai masalah kepercayaan terhadap satu sama lain.


Karena negara kita ini dihuni oleh mayoritas masyarakat kurang mampu, maka bisa dipastikan pertengkaran suami isteri yang sering terdengar oleh tetangga adalah selalu berkaitan dengan masalah kekurangan uang. Tidak ada uang untuk beli beras, tidak ada uang untuk bayar sekolah anak, tidak ada uang untuk berobat ke dokter, dan lain sebagainya.

Kehidupan yang selalu dihantam pertengkaran pastilah akan menghabiskan energi yang luarbiasa banyak. Karena itu sebenarnya pemecahan masalah agar keluarga-keluarga Indonesia bisa lebih harmonis sebenarnya cuma satu : penuhi kebutuhan ekonomi !. Tidak usah berlimpah harta, yang penting adalah cukup dan tidak kekurangan uang.

Bagaimana caranya keluar dari kemiskinan ?.

Kenapa negara Indonesia sangat sulit keluar dari jerat kemiskinan di
banding negara Asia Timur lainnya ?.

Seorang motivator yang sangat dahsyat dari Malaysia pernah berujar demikian, “Apa yang menyebabkan seseorang tenggelam di dalam danau ?. Sebabnya adalah dia TETAP berada disana, dan bukannya bergerak BERPINDAH ke tempat lain !” [Billie PS Lim, Berani Gagal]. Kata-kata ini merupakan sebuah kunci yang sangat jelas tentang bagaimana caranya kita memecahkan masalah kemiskinan. Kalau saat ini kemalangan selalu menghantam kita, maka kita harus mulai berpindah. Kalau kita TETAP berada disana, maka kita akan TENGGELAM.

Kebanyakan dari kita sudah tahu bahwa finansial kita tidaklah akan pernah cukup bila mengandalkan satu pekerjaan saja. Kita mulai kasak-kusuk kiri kanan mencari job sampingan, mencari obyekan kiri kanan, — namun semuanya sungguh akan gagal bila pikiran kita masih berada di TEMPAT. Menambah pekerjaan tidaklah akan memecahkan finansial. Kita harus mulai berani berpindah, keluar dari sarang kenyamanan kita dan mulai mencari kebebasan finansial dengan membangun bisnis milik kita sendiri. Bersiaplah untuk perubahan.

Lucunya, tidak setiap orang siap dengan perubahan. Banyak yang memilih tenggelam bersama kapal tua-nya, karena takut pindah ke sekoci yang kelihatannya labil dan tidak aman. Kisah tentang perubahan inilah yang dituangkan oleh motivator dan penulis buku Spencer Johnson MD dalam bukunya “Who Moved My Cheese”. Isi buku ini sungguh luarbiasa. Saya membacanya dalam dua jam, namun ide yang terkandung di dalamnya terus melekat hingga sekarang. Untuk menambah wawasan anda, saya mereferensikan buku ini untuk anda baca.

Dalam buku ini ada cerita dua ekor tikus bernama Sniff dan Scurry, lalu juga ada dua kurcaci kecil bernama Hem dan Haw. Keempatnya tinggal dalam sebuah labirin yang berisi Cheese [keju]. Pada awalnya keempatnya berlari-larian dalam labirin untuk mencari Cheese, hingga menemukan Cheese di Station-C. Cheese ini melambangkan finansial, persahabatan, atau kenyamanan dalam hidup pergaulan kita. Suatu
ketika, Cheese di Station-C mulai habis. Dan sesuai sifat tikus yang berpikiran sederhana [simpel], Sniff dan Scurry langsung berlarian ke dalam labirin dan mencari-cari Cheese yang baru untuk dinikmati. Tapi Hem dan Haw yang adalah manusia kecil [kurcaci] memiliki pikiran yang lebih kompleks.

Kurcaci ini sudah merasa nyaman tinggal di Station-C dan tidak ingin pindah, apapun yang terjadi. Walau tahu bahwa Cheese yang mereka nikmati sudah habis, tapi mereka tak mau pindah. Hem tidak mau tahu [”I want my cheese”] dan menyalahkan orang lain [”who moved my cheese”]. Apapun yang terjadi dia tetap akan tinggal disana. Dia takut berlarian di dalam labirin seperti dulu. Sementara Haw berpikiran lebih terbuka. Dia mulai mengubah cara berpikirnya, dan bersiap untuk menghadapi perubahan. Akhirnya dia berani meninggalkan Station-C, dan menuliskan buah pikirannya di dalam dinding labirin untuk dipelajari oleh temannya Hem. Sampailah kelak Haw di Station-N yang berlimpah dengan Cheese aneka rasa yang jauh lebih menarik. Dan disana dia sudah dinantikan oleh tikus Sniff dan Scurry.

Membaca buku ini sangatlah bermanfaat untuk anda semua yang mengalami perangkap di dalam hidup. Bila anda sudah puluhan tahun mengalami perangkap kemiskinan, bersiaplah mengubah sikap dan cara berpikir anda seperti Haw untuk menemukan kebebasan finansial anda. Mulailah mencari Cheese anda sekarang ini, atau selama-lamanya anda akan tenggelam karena tidak mau berpindah dari tempat anda terbenam. Bila perangkap anda adalah pergaulan yang menyiksa, mulailah mencari Cheese anda seperti sahabat dan teman-teman baru yang mengerti anda. Janganlah takut untuk perubahan, sebab Cheese di tempat lain mungkin lebih enak — bila Cheese anda saat ini sudah habis dan tidak ada lagi yang bisa dinikmati.

Ketika saya menamatkan buku ini, sudah saya tetapkan di dalam hati saya untuk selalu menggeser posisi saya dan memindahkan Cheese saya. Jangan mau diam di tempat, karena bila terlalu nyaman di satu tempat maka anda kelak akan tenggelam.

Bersiaplah untuk berubah.
Sampai jumpa di Cheese Station !!!.

Depok, 00.30 dini hari.

D w i M a l i s t y o.

Melakukan yang tidak ingin dilakukan…




Michelle Obama

Pagi hari, sebelum memulai pekerjaan di kantor. Saya sempatkan sekilas browsing membaca berita utama dari beberapa portal Indonesia. Salah satunya adalah Kompas.com. Mata saya terbentur pada kisah Michelle Obama yang pernah meragukan suaminya yang akan terjun ke kancah pertarungan kursi presiden Amerika.

Bukan. Bukan soal Obama yang 3 hari lalu sudah memenangkan pemilihan presiden atas lawannya John McCain. Tapi saya justru tertarik pergulatan batin Michelle untuk melakukan hal yang dibencinya menjadi salah satu kekuatan untuk mendukung suaminya naik menjadi pemimpin negara superpower. Kisah Michelle-lah yang saya kagumi, bukan Obama-nya.

Artikel itu berjudul Michelle Obama sempat ragu. Kata-kata yang paling saya kagumi adalah ini :

Perempuan kelahiran 17 Januari 1964 ini tidak hanya duduk santai pada sesi-sesi strategis. Ia memanfaatkan waktu untuk menggalang dana lewat telepon meski sesungguhnya ia tak menyukai pekerjaan tersebut. ”Aku benci penggalangan dana, benciii… benci!,” ujarnya.

Waow…Michelle mengakui bahwa dia membenci acara penggalangan dana. Tapi hebatnya dia tidak tunduk pada keinginan dirinya sendiri, namun dia memilih untuk melawan !. Dan hasilnya dia sukses. Ini adalah motivasi terbaik buat orang-orang yang sukar melepaskan kebiasaan buruk.

Sukses adalah proses untuk mau menjalankan apa yang kita benci, padahal itu sungguh bermanfaat bagi hidup kita. Orang yang kalah adalah mereka yang memilih mengikuti kenyamanan tubuhnya dan mendekam di zona kenyamanan.

Terima kasih Michelle. Saya sungguh mengagumi. Terima kasih untuk boleh belajar dari karaktermu.

Mas, aku tidak bisa prospekting




[Arsip tulisan ke milis jaringan]

Beberapa bulan lalu, ada percakapan seperti ini di Depok.

Seseorang sambil cemberut mengatakan kepada saya. “Mas Dwi, saya nggak bisa prospekting ah. Semua menolak saya”.

Saya hanya senyum kecil, “Ya udah. Kalau gitu nggak usah prospekting aja”.

Dia kaget, “Lho, kalau nggak prospekting khan nggak akan dapat downline”.

Saya jawab, “Ya memang. Saya juga nggak bisa prospekting khan. Pekerjaan saya adalah programmer komputer, saya lebih bisa ngomong dengan komputer dibanding dengan orang. Nggak usah prospekting lah, biarkan bisnis ini lewat. Bulan Januari dulu, tukang sayur di depan rumah saya saja nggak mau saya ajak masuk Forever Young”.

Saya masih cengar-cengir. Diam beberapa lama. “Eh, katanya SEMUA orang menolak kamu waktu prospek. Berapa banyak sih SEMUA orang itu”. Dia menghitung dulu, “Ada tiga orang sih, mas”.

Kali ini saya nggak bisa menahan geli dan tertawa lepas.


“Maaf”, kata saya. “Tiga orang itu belum SEMUA orang. Tahu nggak, ada seorang hebat di Forever Young, dia ini adalah guru SMP. Dia ini melakukan prospekting berbulan-bulan, dan tidak ada seorangpun yang masuk di groupnya. Dia sudah melakukan 74 kali prospekting dan semuanya GAGAL. Ketika prospekting yang ke-75, barulah ada satu orang yang mau masuk, dan orang ini adalah saudaranya sendiri. Celakanya, saudaranya ini tidak aktif bergerak sama-sekali”.

Saya lanjutkan lagi, “Kalau saya dan kamu jadi orang ini, apakah sudah down ?”.

Dia berpikir, “Ya saya pasti sudah keluar dari Forever Young”.

Saya diam. “Inilah hebatnya orang itu, dia terus-menerus memprospek. Sampai malam hari, dan bahkan dia sempat tidur di pinggir toko di tepi jalan karena kemalaman pulang nggak dapat angkutan umum. Di malam hari itu, dia memotivasi dirinya sendiri. Dia ini manusia biasa, dia juga punya kelemahan. Tapi di kala lelah seperti itu, malahan mimpi dan cita-citanya semakin berkobar.

Di pinggir jalan itu, dalam keadaan miskin, dia membayangkan dirinya bertahun-tahun lagi. Dia naik mobil bagus, berhenti di tepi jalan itu, membuka kaca mobil dan melambaikan tangan kepadanya yang sedang duduk di pinggir jalan. Pria di dalam mobil itu adalah dirinya sendiri di masa depan. Dia berkata, teruslah berjuang, tidak mungkin kamu selamanya gagal. Kamu akan berhasil kelak. Dan dia di pinggir jalan melambaikan tangan kepada bayangan dirinya di masa depan”

Kami diam lagi. “Terus gimana mas ?”.

Saya lanjutkan, “Sekarang orang ini sudah mencapai jenjang tertinggi di Forever Young Indonesia. Dia mencapai SND. Dari orang yang selalu gagal prospekting, kini sudah punya rumah bagus dan mobil bagus. Yang mengharukan adalah setiap dia naikmobilnya, dia akan berhenti di tempat dia dulu sering tidur di tepi jalan. Dia akan katakan, saya sudah sukses kini. Orang ini adalah Pak —-, SND Forever Young”.

Saya tanya, “Kamu baru memprospek tiga orang. Itu baru warming up, latihan pemanasan. Tidak ada bisnis yang mudah, semua butuh proses dan pertumbuhan. Tapi di bisnis MLM, semuanya layak diperjuangkan. Karena kita tidak akan selamanya gagal, kita PASTI akan berhasil. Di MLM itu HANYA SUKAR DI AWALNYA SAJA.

Kalau kita sudah melewati kesukaran pertama ini, maka selanjutnya akan lancar. Drg — yang SND itu, dulunya adalah seorang pemalu. Pak — upline kita di Bandung menyebut teman kecilnya ini dulu dengan kata ‘clingus’, tapi sekarang dia sudah mengubah dirinya sendiri. Banyak profesional dan orang kaya yang bergabung di group Drg —, inilah kehebatan drg — memprospek orang banyak. Tapi untuk memiliki kemampuan seperti itu kita butuh latihan.

Drg — saja pernah diusir orang koq. Tapi saat ini dia sudah pergi keliling dunia menikmati hasil kerja kerasnya dulu. Tidak ada kegagalan yang abadi. Kita pasti akan berhasil kalau tekun dan konsisten”.

Kami minum teh sama-sama. “Ikutilah proses ini. Ini adalah bisnis yang luarbiasa. Tapi butuh proses. Jangan pernah mimpi punya rumah dan mobil, dan pensiun kalau kita tidak mulai sejak sekarang. Bisnis lain juga jauh lebih sukar, butuh modal banyak dan resiko kebangkrutannya tinggi. Di bisnis kita, hampir tidak ada resiko bangkrut, dan modalnya sangat kecil. Kita cuma hanya bercerita. Kalau saya, akan saya lakukan pekerjaan ini, bercerita untuk menjadi kaya”.

Sudah menjelang malam. Ngobrol selesai.


D w i M a l i s t y o.

Jangan Membuang Nyawa Anda




Jangan Membuang Nyawa Anda

[Arsip Tulisan ke Milis Jaringan]

Tulisan ini saya persembahkan kepada seseorang yang telah meneteskan airmata dan ingin memberikan kebahagiaan abadi bagi keluarganya — yang puluhan tahun telah mempercainya sebagai seorang seorang suami dan ayah. Semoga engkau berhasil dalam perjuanganmu, sahabatku.

24 Maret 2003, ditulis di atas kereta Argolawu.
—————–

Tigapuluh menit seusai memberikan sharing di sebuah kota, seorang pria dengan rambut mulai memutih menjabat tangan saya lesu. Matanya lelah, tapi tersenyum kecil sambil tangannya terus memegangi tangan saya. Saya ingin tahu apa yang akan dikatakannya, maka saya ajak dia menjauh sedikit dari keramaian. Keluar ke pinggir taman yang disinari lampu sudut hotel.

Dia mulai berkata dengan lirih dan lambat, “Pak Dwi — saya mau tanya tentang sharing anda tadi. Usia saya saat ini sudah 54, saya adalah orang yang rajin bekerja sejak sebelum matahari terbit hingga jauh setelah matahari terbenam. Rasanya saya merasa diperlakukan tidak adil oleh hidup ini. Saya melihat anda bisa pensiun muda, dan membawa isteri anak anda jalan-jalan ke kota yang jauh dan tinggal di hotel ini. Pak Dwi, saya ingin seperti ini !. Tapi saya sudah kehabisan waktu. Usia saya sudah tinggal sedikit, namun saya tak pernah bisa membahagiakan keluarga saya”. Air matanya mengalir keluar. Dia berhenti berbicara.


Saya menunggu dia menyelesaikan bicaranya. Kelihatannya dia ingin mencurahkan kekesalan perjuangan seumur hidupnya malam ini. Lalu dia melanjutkan, “Saya tahu bahwa saya tidak mungkin bekerja dalam beberapa tahun lagi. Saya baru sadar, bahwa terlalu banyak waktu telah disia-siakan. Hingga kini tidak ada yang saya miliki. Saya akan keluar dari pekerjaan saya tanpa membawa sesuatu untuk menunjang hari tua saya. Tidak mungkin saya bisa pensiun bahagia, saya tetap harus bekerja sampai usia habis agar keluarga saya bisa makan”.

Matanya memperlihatkan sebuah kilas balik perjuangannya bertahun-tahun bekerja di dunia, tapi perjuangan itu dihantam kenyataan bahwa di ujung usianya kini tidak tetap tidak punya apa-apa. Yang paling menggelisahkannya adalah pemikiran bahwa keluarganya akan sengsara ketika dia pensiun nanti. Puluhan tahun setia bekerja, tapi hanya untuk sekedar hidup. Dan setelah ini, semuanya selesai. Dia tidak punya harapan lagi.

“Pak Dwi, terus terang saya takut terjun di dunia MLM. Karena takut, maka saya bertahan bekerja lebih giat lagi di kantor saya. Saya sudah membaca email penawaran anda 2 setengah tahun lalu, tapi saya abaikan karena tawaran anda ini cuma sebuah MLM. Namun 2 setengah tahun sudah berlalu, saat ini saya melihat kerja keras anda membuahkan hasil untuk keluarga anda — sementara 2 setengah tahun berlalu begitu saja bagi saya. Umur saya di dunia berkurang 2 setengah tahun tanpa perbaikan apapun, tapi anda sudah bisa maju banyak. Saya bukannya menyalahkan anda, tapi kepada siapa lagi saya mencurahkan kegelisahan saya ?. Saya takut menghadapi kehidupan yang akan saya hadapi ketika pensiun, tapi saya juga takut masuk dunia yang anda geluti seperti ini. Saya mengkhawatirkan keluarga saya, isteri dan 3 anak saya”.

Saya melihat kegelisahan dan air mata yang kembali mengalir. Orang ini sungguh khawatir, dia masuk ke dunia dan akan keluar dari dunia tanpa membawa perubahan apa-apa. Dia juga tidak tahu akan bertanya apa kepada saya. Dia hanya mencurahkan kekesalan hidupnya.Udara malam mulai terasa dingin. Saya berkata, “Pak. Saya lihat anda adalah seorang suami dan ayah yang sangat baik. Tidak banyak orang yang sedemikian bertanggung jawab kepada keluarganya seperti anda ini. Anda sudah memberikan puluhan tahun nyawa anda bagi kehidupan keluarga. Saya juga telah belajar sebuah komitmen dan tanggungjawab dari kisah anda ini. Anda memang insan luarbiasa”. Saya berhenti sejenak. Dia memperhatikan saya terus, menunggu lanjutan kalimat.”Tapi saya melihat anda telah puluhan tahun bekerja keras untuk orang lain, untuk bisnis yang dimiliki orang lain. Orang lain itu bisa mewariskan perusahaan tsb kepada anak-anak dan cucu-cucunya. Sementara anda tidak punya hak apa-apa atas kepemilikan perusahaan. Sebentar lagi anda keluar dari perusahaan itu, tanpa membawa sesuatu. Sementara posisi anda di kantor dengan cepat digantikan oleh orang lain. Perusahaan tsb tidak akan pernah kehilangan apa-apa. Tapi anda telah kehilangan puluhan tahun nyawa dan hidup anda yang sangat berharga di dunia untuk membangun milik orang lain”.

Matanya lebih bulat menatap saya. Saya meneruskan, “Hal yang paling disayangkan selama hidup anda ini bukanlah gaji yang kecil. Tapi anda telah menukar nyawa anda sepuluh jam sehari untuk orang lain. Dan ini baru anda sadari ketika takaran nyawa di dunia sudah semakin menipis. Anda telah membuang hal yang paling berharga di dunia, karunia Tuhan yang paling indah yang pernah diberikan, yaitu kehidupan”. Matanya masih bulat menatap saya, barangkali tidak pernah ada orang lain yang mengatakan seperti ini kepada dia. “Saya tidak akan mau lagi kembali bekerja untuk kepentingan orang lain, kemarin ada yang menawari saya gaji 5 juta sebulan untuk memperkuat Sales Marketing. Tapi harga ini terlalu murah untuk ditukar dengan nyawa saya, akhirnya saya tidak bisa menerima. Lebih baik saya mencari pinjaman modal mendirikan warung-warung tegal, karena bisnis warung tegal adalah bisnis milik sendiri dan kelak bisa diturunkan kepada anak cucu saya”.

Tampaknya dia baru saja menerima konsep yang paling gila yang pernah di dengar. Dia baru mendengar ada orang yang lebih rela membangun warung tegal daripada ditawari jadi manajer marketing, karena alasan hanya mau membangun bisnis milik sendiri. Bukan milik orang lain. Sorot matanya memancarkan kebingungan dan ketidakpahaman atas pemikiran ini. Ucapan saya bertabrakan dengan keyakinannya selama puluhan tahun. Namun dia masih ingin mendengar lebih banyak, sebab dia masih gelisah menanti mendekatnya masa pensiun.”Kenapa saya rela menggunakan waktu dalam kehidupan saya demi membangun bisnis MLM Forever Young ?. Saya tidak ikut-ikutan orang lain di bisnis ini !. Saya telah merenungkan dan memakai kontemplasi lama sekali sebelum saya putuskan mengubah arah kehidupan saya menjadi leader sebuah MLM bernama Forever Young Indonesia. Ini adalah bisnis yang PASTI !. Ini adalah sebuah perusahaan yang saya miliki sendiri. Saya tidak mau cuma sekedar bermain 5 atau 10 tahun di industri MLM. Saya mau mewariskan jaringan saya kepada anak saya Hizkia ketika royaltinya mencapai Rp 200 juta sebulan. Lalu Hizkia akan mewariskan kepada cucu saya ketika royalti jaringan ini mencapai setengah milyar sebulan. Saya menukar nyawa yang saya gunakan hanya untuk bisnis yang menghidupi keluarga saya sekian turunan ke bawah. Sesulit dan sesukar apapun bisnis MLM, tapi saya tidak akan pernah menyesal di usia tua saya nanti”.

Dia tersenyum mendengar visi dan impian saya.”Kemarin di kota lain ada orang yang saya ajak sama-sama di Forever Young. Dia katakan cuma mau bisnis yang PASTI-PASTI saja. Saya jawab bahwa ini adalah bisnis yang paling PASTI !. Di Forever Young kita PASTI tidak bangkrut. Bayangkan kalau kita mendirikan sebuah bengkel cuci mobil di pinggir jalan, suatu ketika ada pesaing yang mendirikan 10 bengkel cuci mobil di jalan yang sama. Bukankah income kita PASTI melorot ?. Kalau saja saat ini kita bekerja sebagai karyawan swasta, bukankah kita PASTI akan keluar dari perusahaan itu baik keluar akibat PHK atau akibat pensiun ?. Di Forever Young pada tingkat tertentu kita PASTI akan mendapat income. Andaikan saya memiliki 3.000 anggota group, selama anggota group saya suka minum teh, suka minum kopi, dan suka menyikat gigi dengan Forever Smile maka selama itu saya PASTI akan mendapat income. Tanpa kenal pensiun !”.

Orang ini menundukkan kepala sambil mendengarkan. “Saya memiliki saran yang keras buat anda. Milikilah perusahaan dan bisnis milik anda sendiri. Apapun bisnis itu, tidak masalah. Yang penting harus milik anda sendiri. Apakah anda mau buka bengkel, mau buka warteg sekalipun tidak masalah. Bisnis ini akan bertahan tujuh turunan dibandingkan pekerjaan anda. Anda hanya bekerja untuk mencari pengalaman saja, selebihnya ciptakan bisnis anda sendiri. Lebih baik an da yang merekrut satu dua karyawan dibandingkan anda harus direkrut menjadi karyawan orang lain. Kalau anda takut dengan usia yang semakin senja, carilah bisnis-bisnis yang memiliki konsep franchise dengan kekuatan multiplikasi. Ini adalah bisnis yang paling aman untuk usia anda. Bila anda memilih masuk dan berjuang di Forever Young, ketahuilah bahwa ada sistem networking yang diciptakan drg Haris upline kita. Namanya Five-in-One. Sistem networking ini teruji menjadikan seseorang meraih posisi puncak di Forever Young dalam waktu 5 bulan saja. Apakah anda tidak tertarik memakai lima atau enam bulan dalam kehidupan anda untuk meraih royalti buat pensiun anda ? Dan nanti anda bisa bebas waktu seperti saya — tidak khawatir masa depan dan usia yang semakin dekat senja”.

Dia memandang taman dan kolam, sambil memegang besi penyangga dinding. “Baik pak Dwi. Seberat apapun pekerjaan dan bisnis, memang saya harus berani ambil keputusan. Kalau saya tidak berubah, maka saya akan terus bekerja dalam usia pensiun saya. Pak Dwi, doakan agar saya berhasil. Saya membutuhkan waktu satu dua hari untuk kontemplasi. Saya janji tidak akan merenung lama-lama, karena nyawa saya terus berkurang setiap hari”. Saya menyalami tangannya, “Semoga sukses ! Jangan membuang nyawa anda dengan sia-sia”.

Imaginasi, Target dan Rencana



Imaginasi, Target dan Rencana

[Arsip Tulisan ke Milis Jaringan]

Saya tertarik untuk menulis artikel ini setelah membaca buku tulisan Steven K Scott yang sangat menarik. Scott adalah pengusaha peringkat nomor 8 dari Fortune 500. Dan yang sangat-sangat menarik, dia mengawali tulisannya dengan kisah waktu di SMU dimana ada 2 Steven yang tidak populer di sekolah. “Steven yang mana? Steven yang suka memegang klarinet waktu pertandingan bola, atau Steven yang memegang tiang bendera?”. Steven pemegang bendera menjadi pemilik perusahaan pemasaran ATC dengan omzet puluhan juta US dollar. Sementara Steven satunya lagi, yang di SMU tidak populer, kemudian dikenal dunia sebagai Steven SPIELBERG ! (sutradara film Jurassic Park, ET, dll).


Hikmah buku itu adalah, kalau anda dulu gagal dan selalu menjadi pecundang, tidak berarti selama-lamanya anda menjadi orang yang kalah terus-menerus. Steven Scott membuktikan hal tersebut. Dan jika teman-teman sempat mengikuti pelatihan SOS 1 di Forever Young yang dahsyat, anda akan mengenal orang-orang yang GILA lain dalam sejarah. Thomas Edison, dikeluarkan dari sekolah dasar karena gurunya tidak tahan akan kebodohan Edison. Namun sekarang ribuan paten dibukukan atas nama Thomas Alva Edison, termasuk penemuan lampu listrik. Dan kalau kita baca ceritanya, perlu ribuan kali percobaan sebelum lampu listrik bisa menyala.

Selalu dan selalu, orang-orang yang dulu gagal, bisa melompat meninggalkan kubangan penderitaannya dengan suatu PERUBAHAN PIKIRAN. Saat ini anda perhatikan, pekerjaan apakah yang mendatangkan penghasilan terbanyak? Pekerjaan yang dikerjakan dengan tangan, atau dengan pikiran? Anda sudah tahu jawabannya. Dan ketika menggunakan pikiran, jangan sekali-kali batasi imajinasi anda. Imajinasi adalah suatu berkah yang sangat berharga. Penulis buku, pengarang lagu, pelukis dan semua orang seni menggali kreasi dengan membiarkan imajinasinya berkembang. Jadi sebelum anda mengubah diri untuk sukses, gunakan IMAJINASI anda terlebih dulu. Bayangkan KESUKSESAN itu anda RAIH. Lalu berikutnya, anda MENYUSUN TARGET dan melaksanakan RENCANA.

Waktu SOS 1 yang saya ikuti, pelatih menanyakan satu-persatu rencana peserta SOS. Apakah yang mereka ingini dengan terjun ke bisnis MLM? Jawabannya sangat beragam, “Saya ingin punya mobil. Saya ingin keluar negeri. Saya ingin bonus sepuluh juta sebulan. Dan lain-lain”.

Ketahuilah teman-teman, seorang filsuf pernah mengatakan bahwa, “Anda adalah APA YANG ANDA PIKIRKAN”.

Kalau anda berpikir ingin bonus 1 juta, maka itulah hasil maksimal yang akan anda dapatkan dengan bisnis MLM. Kalau anda berpikir ingin bonus motor, maka memang hanya itulah yang akan anda dapatkan.

Padahal POTENSI BISNIS MLM ITU SANGAT TIDAK TERBATAS. Setiap distributor harus memiliki dulu apa TARGET BISNIS-nya kelak ! Seorang UPLINE harus menanyakan apa target downline-nya. Dengan target inilah, kita menyusun strategi dan rencana kerja kita. Di bulan Januari dulu, pak Gatot bertanya pada saya tentang target rekrutment. Saya katakan, dalam 5 bulan saya akan mendapatkan 200 downline resmi. Pak Gatot menolak, untuk Dwi, target-nya adalah 500 downline resmi dalam 5 bulan ! Waktu itu saya terkejut. Tidak mungkin. Kata pak Gatot, MUNGKIN ! Gunakan Imajinasi. Biarkan imajinasi mencari jalan keluar untuk menutup target ini.

Dan memang ini terbukti. Dalam 3.5 bulan sudah ada 277 orang downline resmi. Dan sekarang, setelah 10 bulan, angkanya telah melewati 1950 orang! Jika kita bekerja tanpa TARGET, maka kita tidak akan punya RENCANA, dan bisnis kita hanya akan berputar-putar di tempat saja. Lalu apa target berikutnya? Pak Gatot menetapkan, setiap orang yang masuk jaringan swausaha akan mampu mendapatkan BONUS bulanan Rp. 10 Juta rupiah setelah bergabung dalam waktu 12 bulan. TEMAN-TEMAN, inilah TARGET ANDA ! Inilah TARGET KITA BERSAMA !

Banyak SND di Forever Young yang saat ini memilih pensiun dengan bonus antara Rp 25 juta hingga Rp 50 juta. Kalau mereka memang berpikir bahwa itu target mereka, mereka memang akan mendapatkan jumlah itu. Tidak akan lebih. Ketahuilah, ketika membuat TARGET, kita jangan mengukur kemampuan kita. Tapi target selalu berada di atas jangkauan kita. Dan untuk menjangkaunya, gunakan dulu IMAJINASI ! Latih kekuatan pikiran untuk mendapatkan target itu. Maka selama tidur pun alam bawah sadar kita akan mencarikan jalan keluar bagi kita untuk mencapai sasaran tersebut.

Wright bersaudara punya target GILA menciptakan pesawat terbang, dan target di atas jangkauan itu berhasil. Columbus punya target GILA menuju INDIA dari arah barat, dan ternyata mendarat di Amerika. John F Kennedy memberi target GILA kepada NASA untuk mendaratkan orang di Bulan, dan ternyata tercapai ditahun 1969.

Maka teman-teman, jangan hanya puas dengan target normal. Terimalah tantangan yang BERANI. Potensi bisnis MLM adalah tidak terbatas. Para leader di jaringan swausaha telah menerima TARGET GILA dari pak Gatot untuk mencapai bonus Rp 100 Juta/bulan dalam waktu 5 tahun dari sekarang ! Apakah anda berani menerimanya? Apakah anda tidak ingin kelak setiap bulan kita mengadakan Leader Meeting di Hotel Frantour-Suffren di dekat menara Eiffel Paris? Kalau target itu tidak ditetapkan dengan berani, maka hidup kita selamanya tidak akan pernah berubah !

Setelah TARGET ditetapkan, tulislah di atas kertas. Jadikan itu janji kita untuk mencapainya. Biarlah imajinasi kita mencari jalan untuk bisa mencapai target tersebut. Selanjutnya buatlah RENCANA. Kalau anda ingin tahun depan mencapai bonus Rp 10 juta, berapakah orang yang harus anda rekrut hingga tahun depan? (Gunakan perhitungan Multiplikasi). Lalu buatlah rencana, berapa anggota group anda minimal di bulan pertama, bulan kedua, dst. Tentukan KAPAN anda harus NM, KAPAN harus JND, dan akhirnya KAPAN harus SND. Bahkan setelah SND, tentukan kapan anda akan menerima bonus Rp 25 juta sebulan? Kapan menerima bonus Rp 50 juta sebulan? Kapan menerima Rp 100 juta sebulan? Dan kapan menerima Rp 200 juta sebulan? Tentukan sendiri TARGET anda. Anda telah paham bahwa kalau anda bekerja keras, upline pun tidak akan bisa menyamai bonus anda. Kita berada pada MLM murni yang tidak menganut piramida.

Sekarang, apa yang harus ada di benak anda?

1. Bebaskan IMAJINASI. Jangan di batasi. Anda ingin meraih apa?
2. Buat TARGET, Kapan keinginan anda harus tercapai?
3. Buat RENCANA dan JALANKAN dengan keyakinan tinggi.

Kita akan bersama-sama meniti tangga keberhasilan kita. Jangan pernah menyerah. Hidup ini berat, hanya kita lah yang bisa mengubah diri kita sendiri di masa depan.

NEVER GIVE UP.
NEVER GIVE UP.
NEVER GIVE UP.

Jangan pernah menyerah.

D w i M a l i s t y o
(Network Director)

Selasa, 16 Desember 2008

Menemukan Peluang Bisnis [2]




Menemukan Peluang Bisnis [2]

Dwi Malistyo, ST.
Training di Hotel Sofyan, 9 April 2005

INSTAN ENTREPRENEUR

Kadang orang masih takut untuk terjun langsung ke bisnis. Ini tidak bisa disalahkan, karena setiap orang berbeda. Untuk mereka ini ada cara yang lebih singkat, yaitu membeli sistem dan pengalaman orang lain. Ini adalah konsep waralaba atau franchise. Dalam franchise kita akan diajar seluk beluk dan pengalaman dalam bisnis ini. Kita juga mendapat konsultasi dan bimbingan. Sebagai imbalannya, biasanya kita menyetor beberapa persen penghasilan kita kepada pemilik franchise.

BEBERAPA PENGALAMAN “BURUK” SEBAGAI BEKAL

Untuk anda yang baru memulai terjun sebagai pengusaha, jangan takut. Pertimbangkan berapa rupiah dan berapa lama anda melakukan uji coba dan menyerap pengalaman. Apakah uang sebanyak 2 juta rupiah dan waktu selama 6 bulan cukup untuk ajang belajar anda ? Kalau bulan ke 6 sudah mulai impas, teruskan bisnis. Jika masih merugi dan harus disubsidi terus, maka hentikan bisnis. Anda yang memilih kapan harus bangkrut. Jadi bangkrut bukanlah sesuatu yang memalukan. Sama wajarnya dengan
jatuh ketika belajar naik sepeda.

Di bawah ini ada beberapa daftar pengalaman buruk buat pemula. Dikompilasi agar anda tidak maju dengan pengalaman nol sama sekali.

a. Pembayaran dimuka.

Untuk pesanan-pesanan dalam jumlah agak besar, biasakan minta pembayaran dimuka. Misalnya anda menjadi pengusaha catering, minta client anda melunasi pembayaran 3 hari dimuka. Jangan anda yang menanggung pesanan, kemungkinan uang anda sulit ditagih setelah acara selesai.

Saya mengenal 2 orang pengusaha catering. Ini cerita nyata. Yang satu selalu tegas, meminta semua pembayaran dilunasi 3 hari dimuka, walaupun terhadap sahabatnya sendiri. Yang satunya mengijinkan pembayaran dibelakang. Alkisah, setelah 10 tahun berlalu, orang yang pertama masih bertahan dengan cateringnya. Dan malahan tumbuh pesat. Yang satunya rugi besar ketika beberapa temannya minta dibuatkan catering untuk pernikahan anaknya, dengan pembayaran dibelakang. Setelah pernikahan selesai, pembayaran tidak kunjung datang. Padahal pengusaha ini sudah pinjam sana-sini untuk menomboki ‘proyeknya’ ini sebesar belasan juta. Dan ini berlangsung berulangkali. Akhirnya pengusaha ini yang harus kabur karena tidak bisa melunasi pinjamannya.

Bedakan : teman adalah teman, bisnis adalah bisnis. Jangan dicampur !.

Ada lagi pelanggan sebuah toko kertas. Di bulan pertama orang ini membayar pesanan senilai Rp 1 juta dengan check. Langsung diuangkan oleh pemilik toko, dan cair. Maka esoknya kertas dikirimkan. Pesanan dengan check ini berlangsung baik selama 6 bulan. Bulan berikutnya, pelanggan ini datang dengan check senilai Rp 20 juta dan minta dikirimkan kertas hari itu juga. Tidak usah dicairkan dulu ke bank, khan sudah biasa ini. Selalu cair khan ? Karena percaya maka pesanan dikirim. Esoknya check ini kosong, dan perusahaan pelanggan itu sudah tidak ada lagi. Hati-hati dengan modus ini. Ini banyak terjadi.

b. Hati-hati dengan pegawai bagian penjualan.

Ketika anda merekrut satu atau dua orang untuk membantu penjualan anda, …hati-hati bila dia anda tempatkan sebagai karyawan di bagian penjualan. Bukan menakut-nakuti, hanya agar anda memiliki sikap waspada saja.

Teman saya membuka toko sandal dan sepatu di sebuah loss pasar. Setiap pagi si karyawan inilah yang membuka dan menutup toko. Pemiliknya hanya datang beberapa jam di siang hari. Beberapa bulan kemudian dia melihat bahwa tokonya tidak ada yang membeli, sementara toko sebelahnya laris. Setelah hampir bangkrut, barulah dia mengetahui bahwa si karyawan selalu menaikkan harga sendalnya Rp 5000. Dan uang ini masuk ke kantong karyawan. Si pemilik tidak pernah tahu, sebab hitungan sandal/sepatu dan uang yang masuk selalu benar, dan dia memasang harga sama dengan toko sebelah. Tapi pembeli merasa harga yang sudah di-mark-up itu cukup mahal, maka mereka menghindari beli di toko itu. Jangan percaya dulu dengan karyawan yang menjual dan memegang uang anda, sebaiknya andalah yang terjun di depan di masa-masa awal bisnis anda.

Dulu saya pernah memulai berjualan mie gerobak. Gerobaknya cuma satu, maklum baru belajar. Namun yang berjualan bukan saya atau isteri, tapi orang lain yang kami kenal dan kami gaji. Setelah 4 bulan, orang ini mengundurkan diri. Kami tidak tahu kenapa. Ternyata orang ini membuat gerobak sendiri, memakai resep kami, dan mengunjungi pelanggan-pelanggan mie kami. Ya khan dia yang dulu tahu daerah-daerah mana yang laku. Disitu saya belajar, bahwa orang yang memegang sales/marketing itu bisa powerful sekali. Harap anda bisa belajar dari pengalaman sederhana ini. Sebaiknya anda sendiri yang terjun memasarkan jika anda baru mulai berwirausaha.

c. Anda produsen, teman anda yang marketing.

Ada 2 orang yang beritikad untuk kerjasama. Satu yang memproduksi barang, satunya lagi punya koneksi banyak dan pintar mencari pasar. Hati-hatilah dengan kerjasama model begini, sebab anda yang produsen sangat bergantung kepada teman anda yang jago marketing. Apalagi anda berdua tidak terikat kontrak kerjasama. Sering terjadi pihak produsen sudah mengeluarkan banyak uang untuk alat-alat produksi. Setelah berjalan beberapa lama, teman anda mulai malas-malasan, atau yang parah adalah dia mencari partner lain yang bisa memasok barang dengan harga lebih murah. Anda ditinggalkan. Kalau anda tidak bisa mencari pasar, maka anda bangkrut dan berhenti. Saran saya, andalah yang harus berdiri dimuka menjual produk anda sendiri. Kuasai pasar anda, pahami pasar anda, maka anda akan berhasil.

d. Mencatut kiri-kanan

Kalau anda menjadi pengusaha, buka mata dan telinga anda. Pegawai anda yang baru bergabung dan tidak anda kenal adalah bahaya bagi anda. Saya mengenal orang yang pensiun dari pekerjaannya, dan uang tabungannya dibelikan dua buah angkot baru. Dia terjun ke bisnis angkutan umum tanpa mau belajar seluk-beluknya sama sekali. Dia mencari 2 orang supir yang mau menyetor sejumlah uang setiap hari. Baru dua bulan jalan, kedua supir ini minta keluar. Maka digantilah dengan supir lain. Yang membuat heran, sejak ganti supir, kedua angkotnya gampang mogok. Hampir tiap hari ada masalah.

Akhirnya setelah diperiksa ulang ke bengkel baru ketahuan bahwa supir-supir yang pertama menjual spare part di dalam angkot baru tadi, termasuk ke empat ban-nya. Dan diganti dengan spare part lama. Uang sisanya dikantongi. Maka sekarang kedua angkot ini berisi onderdil bekas yang gampang hancur. Karena angkotnya mogok terus, saya mendengar pengusaha ini sekarang gulung tikar.

Saya pernah menjual mie ayam di kawasan Depok. Penjualnya kenalan baik yang perlu ditolong. Karena saya sudah punya beberapa pengalaman buruk, maka saya bisa berhati-hati. Dalam 2 bulan pertama, mie saya laku keras. Pelanggan bertambah tiap hari. Tapi lama-kelamaan pelanggan mulai menghilang. Kami melakukan pemeriksaan mendadak. Akhirnya kami ketahui bahwa bumbu dan daging ayam yang kami kirim tiap pagi, dipakai makan oleh keluarga mereka. Dan untuk jualan diganti dengan bakso lembek yang murah. Maka jelaslah bahwa kualitas turun, dan pelanggan tidak mau datang lagi. Jadi bukan hanya uang yang bisa dicatut, bumbu dan makanan juga bisa dicatut. Kalau anda punya pegawai, pikirlah selalu, dibagian manakah wilayah yang bisa dicatut ? Ibu saya adalah pengusaha catering. Dia selalu ngotot untuk belanja sendiri di pasar pada waktu subuh. Katanya, wilayah belanja inilah yang paling rawan catutan. Dan disinilah daerah dimana modal bisa ditekan agar untung semakin tinggi. Maka dia tidak pernah mempercayakan hal belanja ini kepada orang lain.

e. Sistem penagihan yang ketat

Jika anda masuk ke bisnis sewa, kredit kecil-kecilan, kos-kosan, usahakan agar penagihan bulanan anda rapi, ketat dan teratur. Jika anda lalai beberapa bulan saja, maka bisnis anda mungkin bisa berantakan dan harus mulai dari awal. Saya pernah mengelola bisnis hosting internet yang tingkat persaingannya tinggi, dimana pelanggan membayar sewa tiap bulan dalam jumlah kecil. Karena kelalaian saya, maka ada beberapa puluh pelanggan yang lupa ditagih karena saat itu saya menggunakan metode manual. Akibatnya, ketika ditagih, mereka malahan pindah ke provider lain dan menolak tagihan saya. Lebih untung pindah ke pengusaha lain daripada membayar saya beberapa bulan di belakang. Saya rugi kehilangan beberapa puluh pelanggan tadi.

POSITIONING

Ada satu hal penting yang harus renungkan dalam merencanakan sebuah bisnis. Pakar marketing Hermawan Kertajaya sering bicara soal positioning dalam pasar. Kadang kadang orang bisa sukses atau gagal karena salah dalam posisi ini.

Sebuah kisah nyata dari sebuah buku, ada seorang dari Bali merantau hingga kota New York di Amerika. Disana dia berusaha membangun bisnis dari nol dengan cara membuka butik pakaian-pakaian unik dengan style Bali. Usahanya ternyata tidak lancar, padahal dia sudah menawarkan produk di tokonya dengan harga sangat-sangat murah. Tapi pengunjung ternyata menolehpun tidak pada tokonya. Beberapa tahun kemudian dia mengganti strategi, sekarang dia menaikkan harga pakaiannya berkali-kali lipat. Ratusan dan ribuan dollar sebuahnya. Aneh, sekarang dagangannya mulai laris. Bintang film Amerika sering keluar masuk tokonya dan membeli beberapa buah. Orang-orang melihat tokonya sebagai toko kelas atas, dan dia mendapatkan keuntungan tinggi. Pengusaha ini menemukan positioningnya dan dia sukses.

Kebalikannya ada teman-teman saya yang masuk ke dalam pasar dan bersaing dengan harga lebih tinggi dari toko kiri-kanannya, dia katanya mengandalkan kualitas. Karena kualitas lebih tinggi, maka harga juga di atas pesaingnya. Namun para pembeli tidak berhasil melihat kelebihan produk toko ini, dan mereka hanya menganggap toko ini lebih mahal. Akhirnya dagangannya seret.

Di beberapa negara barat, ada survey yang mengatakan bahwa pembeli retail itu cenderung membandingkan toko yang satu lebih mahal atau lebih murah adalah dari barang-barang kecil (misalnya makanan/minuman) yang mereka beli. Misalnya ada supermarket A dan supermarket B. Kalau harga coca-cola di supermarket A lebih mahal beberapa sen saja dari supermarket B, maka konsumen menganggap semua harga barang di supermarket A mahal semua. Karena itu ada supermarket-supermarket yang justru membanting harga coca-cola dibawah harga. Tidak apa-apa rugi, yang penting dibenak konsumen mereka menganggap supermarketnya berisi barang-barang murah semua.

Bagaimana aplikasinya di Indonesia ? Kita melihat banyak restoran mie memasang harga murah buat semangkok mie andalannya. Ada restoran yang memasang spanduk bahwa mie ayam di restorannya berharga Rp 5000. Maka orang menganggap pasti di Restoran itu semua makanannya murah-murah. Padahal biasanya harga Juice dan minuman lebih mahal dari makanan utama. Rata-rata juice dihargai Rp 7000 atau lebih. Memang biasanya restoran seperti ini justru mendapat untung bukan dari makanan, tapi dari minuman.

PRAKTIS
TENTUKAN BISNIS ANDA SEKARANG

Baik. Anda sudah mendapat beberapa teori memulai usaha. Sekarang anda sendiri yang menentukan pilihan bisnis anda. Jenis bisnis apa yang mau anda garap ? Buat beberapa daftar yang terpikir di benak anda.

Kita akan bermain-main dengan imajinasi. Misalnya saat ini anda belum punya ide tentang bisnis yang anda lakukan. Kita coba kerjakan permainan ini.

Dalam 5 menit, coba anda tulis 30 bisnis yang anda kenal dan anda suka mengerjakannya. Begitu terlintas di kepala, langsung anda tulis. Kami bantu dengan beberapa daftar ini :

- Rumah makan padang
- Agen Koran/majalah
- Event Organizer
- Catering
- Toko buku
- Agen properti
- Wartel/warnet
- Perusahaan jasa internet
- Restoran mie ayam…dst

a. Sekarang cari dalam daftar tadi, bisnis yang sudah dikerjakan oleh orang-orang di dekat anda. Coret bisnis itu sekarang. (Kita akan berlatih dengan bisnis yang unik, dan bukan sekedar meniru orang terdekat anda).

b. Cari dalam daftar tadi, bisnis yang sudah terlalu menjamur di lingkungan dekat anda. Coret bisnis-bisnis itu.

c. Dari sisa yang anda, pilih satu saja bisnis yang paling anda suka. Inilah bisnis yang unik menurut pilihan anda saat ini. Kita akan mengerjakan planning terhadap bisnis ini.

HITUNG MODAL, PERKIRAAN KEUNTUNGAN DAN BLEEDING TIME

Bleeding time maksudnya adalah masa-masa dimana bisnis anda belum menghasilkan keuntungan, dan pada masa ini anda harus mensubsidi bisnis anda dari kantong sendiri. Rata-rata perusahaan Informasi Teknologi (IT) menyediakan waktu antara 2 tahun sampai 3 tahun sampai perusahaan itu impas dan menghasilkan keuntungan buat pemiliknya.

a. Ambil kertas dan mari kita hitung bisnis anda.

b. Buat daftar apa saja keperluan bisnis anda. Misalnya anda mau menggarap restoran ayam bakar, segera tulis kebutuhan anda : ruang, meja, kursi, piring, gelas, dan lain-lain. Tulis perkiraan biaya yang anda perlukan dari kebutuhan ini.

c. Lalu tulis berapa cost perhari. Misalnya anda menjual 50 piring ayam bakar setiap hari sebagai permulaan. Jumlahkan menjadi cost perbulan. Tambahkan cost gaji pegawai-pegawai anda, sewa ruang, telepon, dan lain-lain.

d. Maka anda temukan modal awal, cost perhari dan perbulan.

e. Tetapkan berapa lama anda menyediakan waktu dimana bisnis ini boleh merugi sambil memberi kesempatan client anda mengenal usaha anda. Apakah 6 bulan ? Apakah satu tahun ? Berapa biaya perbulan, per-6-bulan dan pertahun yang

f. Berapa keuntungan yang anda dapatkan setelah 6 bulan atau satu tahun ? Lalu lihat apakah keuntungan finansialnya sesuai dengan perjuangan anda selama membangun bisnis itu ?

g. Kesimpulan akhir : apakah bisnis itu layak atau tidak diperjuangkan ? Tulis pendapat anda. Mentor dan fasilitator akan mendengar komentar anda dan memberikan saran.

h. Jika bisnis ini layak di atas kertas. Sekarang tetapkan apakah anda memerlukan badan hukum untuk mengerjakan bisnis anda ? Mungkin anda mau mendirikan CV atau PT.

DANA DAN MODAL

Sekarang sebelum menerjukan diri dalam lapangan bisnis sesungguhnya, anda harus melihat modal usaha anda.

a. Apakah mau menggunakan modal dari uang sendiri,
b. atau menggadaikan asset anda dan meminjam dari pihak lain ?.
c. atau mengajak teman bekerja sama, memiliki saham bersama-sama, agar resiko
juga dapat ditanggung bersama ?

Seandainya anda tidak memiliki modal, anda dapat mencoba mencari investor yang mau menanamkan uang pada bisnis anda. Yang diperlukan adalah sebuah proposal berisi ide dan pendalaman mengenai bisnis anda. Materi ini dapat anda presentasikan di hadapan pemodal untuk menggalang dana. Dalam hal ini jangan lupa untuk mengatur kepemilikan saham sebaik-baiknya secara tertulis.

Menemukan Peluang Bisnis



Menemukan Peluang Bisnis

Dwi Malistyo, ST.
Training di Hotel Sofyan, 9 April 2005

KENAPA MAU JADI PENGUSAHA ?





Orang Indonesia memang aneh. Dari kecil bertahun-tahun bersekolah, mengumpulkan ilmu bertimbun-timbun hingga lulus sarjana, tapi setelah itu membawa ijasahnya untukantri berdesak-desakan dan melamar pekerjaan di perusahaan-perusahaan. Rela digaji mulai Rp 1.5 juta sebulan [gaji sarjana yang baru bekerja], yang penting aman. Tiap bulan gajian.

Sewaktu makan siang di kantor, saya iseng bertanya kepada tukang Soto Ambengan yang berjualan dengan gerobak. “Pak, berapa penghasilan bapak selama sebulan ?”.Dia mengatakan rata-rata satu hari menjual 100 mangkok soto. Kalau 1 mangkok menghasilkan keuntungan bersih Rp 1.500 saja, maka dalam satu hari dia untung Rp
150 ribu rupiah. Dan dalam 20 hari kerja, dia rata-rata mendapat income bersih Rp 3juta.

Seorang tukang soto saja punya penghasilan dua kali di atas sarjana yang baru bekerja. Tapi bukan itu masalahnya ! Saya mengajak bapak-ibu yang hadir pada training ini untuk memikirkan kembali dan merenungkan, lebih baik mana : menjadi orang yang bekerja pada orang lain, atau menjadi pengusaha walaupun sekelas tukang soto tadi ?.

Disini ada sebuah asset yang tidak kelihatan, yang merupakan modal semua orang. Yaitu waktu. Kita memiliki waktu sama, yaitu 24 jam sehari. Tapi kenapa ada orang yang memiliki penghasilan tinggi dan ada yang rendah ?.

Seorang pekerja yang sudah bekerja satu tahun rata-rata memiliki :

a. Gaji tetap, walaupun kecil.
b. Merasa aman, karena setiap bulan mendapat penghasilan.
c. Sukar naik jenjang dan naik penghasilan, tergantung promosi.
d. Punya resiko di PHK atau dipecat.
e. Tidak punya waktu senggang, waktu habis di kantor.
f. Belum punya bisnis untuk diwariskan kepada keturunan.

Seorang pengusaha yang sudah mulai berwirausaha satu tahun rata-rata memiliki :

a. Income bersih tetap, dan mulai berkembang
b. Mendapat keamanan dari beberapa usaha yang digarap, bukan cuma satu.
c. Tidak punya resiko di PHK atau dipecat, usaha milik sendiri.
d. Memiliki waktu senggang untuk menciptakan bisnis dan usaha baru.
e. Punya asset, bisnis dan perusahaan yang bisa diwariskan.

Saran saya : Orang yang baru lulus sebaiknya menginvestasikan dirinya beberapa tahun bekerja di perusahaan orang lain untuk belajar bisnis, dan mengembangkan networking. Namun sebelum usia 35 tahun, segera menggarap bisnis miliknya sendiri untuk menjamin hari tua dan diberikan kepada keturunan.

TIDAK PUNYA WAKTU, TIDAK PUNYA MODAL, TIDAK PUNYA PENGETAHUAN

Banyak alasan yang dipakai orang untuk melindungi diri mereka dari kegagalan. Padahal ketakutan mereka yang sesungguhnya adalah takut gagal !. Salah satu alasan utama yang dijadikan tameng adalah : tidak punya waktu.

Sesibuk apa sih anda di pekerjaan ? Apakah kesibukan anda memang punya relevansi dengan kehidupan anda di masa depan ?. Dalam salah satu biografinya, artis asal Amerika, Britney Spears, pernah ditanya mengenai makanan kesukaannnya. Dan ia menjawab bahwa ia sangat suka es krim. Sang penanya semakin bingung, bagaimana
caranya orang yang suka es krim bisa mempertahankan berat badannya agar tetap langsing. Sang artis menjawab, bahwa ia sudah lima belas tahun tidak pernah makan es krim ! Ia membayar sukses dalam karir dengan mengorbankan makanan kesukaannya.

Bagaimana dengan anda ?. Ya. Sudah saatnya Anda melakukan sensor bagi berbagai kegiatan yang tidak penting bagi anda, dan menggantinya dengan kegiatan yang punya arti bagi masa depan.

Jawaban di urutan kedua yang sering dijadikan alasan orang untuk tidak mau terjun jadi pengusaha adalah : tidak punya modal.

Orang yang terkaya di dunia saat ini, Bill Gates, pemilik Microsoft, memulai usahanya hanya dengan modal dengkul dan modal ide. Setelah drop out dari Harvard, Bill Gates berani bermimpi untuk memiliki bisnis yang dapat menjadi saingan IBM. Mimpi ini ia pupuk terus sehingga membuahkan keberanian untuk bertindak. Dengan keberanian ini, Bill Gates menjual ide briliannya yang menawarkan solusi bisnis di bidang teknologi informasi ke berbagai investor, sampai akhirnya ia mampu menggalang dana yang cukup untuk memulai usahanya.

Ingat kegigihan Kolonel Sanders pendiri franchise ayam goreng KFC terkenal. Dia memulainya di usia 66 tahun, pensiunan angkatan darat dari negara adidaya, tidak memiliki uang sepeser pun kecuali dari tunjangan hari tuanya, yang semakin menipis.
Dia memiliki keahlian dalam memasak, dia tawarkan resep masakannya ke lebih dari 1.000 restoran di negaranya. Akhirnya restoran yang ke-1008, menerima resepnya tersebut dan kini kita dapat menikmatinya di Indonesia, Kentucky Fried Chicken. Mungkin impian Kolonel Sanders sangat sederhana, ingin memiliki uang yang layak
untuk hidup di hari tuanya yang tinggal sebentar lagi.

Bagaimana dengan alasan klasik, tidak punya pengetahuan ?

Saya pernah membaca cerita di internet, bagaimana saudara kita dari keturunan Chinesse bingung melihat ribuan orang Indonesia berbondong-bondong mendatangi acara penerimaan lowongan pekerjaan sambil menentang map. “Orang Indonesia aneh ya !” katanya. Kenapa ? Ya sebab mereka memiliki sedemikian tinggi ilmu pengetahuan, tapi ilmunya dimasukkan ke dalam laci dan mereka melamar mencari pekerjaan. Kalau orang Chinesse sudah diajar sejak kecil untuk menjadikan pengetahuan mereka sebagai ladang uang. Misalnya mereka bisa memasak mie, ya mereka akan berjualan mie ayam yang enak. Mereka bisa membuat bakso, ya berjualan bakso hingga usahanya besar.

Ini ada cerita soal orang pintar, orang sedang, dan orang bodoh. Saya mendengar ini waktu kuliah di teknik UI. Kisahnya ada 3 orang sahabat yang sama-sama kuliah di sebuah kampus. Yang satu pintar, yang satu sedang dan yang terakhir –maaf—agak bodoh. Begitu lulus, yang paling pintar langsung diminta kampus untuk menjadi kepala laboratorium. Katakanlah gajinya Rp 3 juta. Lalu yang sedang, begitu lulus dia mulaimelamar pekerjaan dan menjadi pegawai bank. Gajinya lumayan, Rp 5 juta, padahal dia ini sedang-sedang saja kepintarannya. Nah, yang terakhir, bisa lulus dengan nilai pas-pasan. Dan tidak ada satu perusahaan pun yang mau menerima dia karena nilainya rendah. Karena itu dia buka warung makan sendiri. Dalam beberapa tahun, sebuah majalah mengatakan dia sudah memiliki beberapa puluh restoran di Indonesia, dan memegang hak waralaba. Incomenya sudah puluhan milyard, dan walau dia agak bodoh tapi anak-anaknya semua sekolah di luarnegeri. Masing-masing anak ini sudah dipersiapkan untuk memegang salah satu perusahaannya.

Hikmah dari kisah ini adalah, pengetahuan tidak berkaitan langsung dengan kesuksesan dalam bisnis. Ilmu pengetahuan memang memerlukan IQ tinggi, tapi bisnis lebih memerlukan kendali EQ (emosi) yang luarbiasa.

PILIHAN ANDA UNTUK MENDAPATKAN INCOME

Seorang penulis buku sukses bernama Robert Kiyosaki mengatakan bahwa jenis
Income itu ada 4 :

a. E - employee
b. S - self employee
c. B - business
d. I - investor

Seorang E (employee) adalah orang yang bekerja pada orang lain, memberikan waktuhidupnya setiap hari sejak pukul 08.00 hingga 05.00 untuk mendapatkan gaji di akhir bulan. Ini adalah kebanyakan orang di sekeliling kita, dan termasuk kita sendiri.

Seorang S (self-employee) adalah mereka yang berwirausaha. Ini adalah mereka yang punya toko, atau para professional seperti dokter dan pengacara.

Seorang B (business) adalah orang memiliki bisnis. Bedanya dengan Self-Employee, orang ini punya team dan pegawai yang mengerjakan usahanya. Sementara si B ini punya waktu untuk membangun usahanya yang lain. Jadi orang ini punya sistem dan pegawai-pegawai yang membesarkan usahanya.

Seorang I (investor) adalah orang yang (relatif) tidak bekerja, tapi uang-nyalah yang bekerja dan menghasilkan income terus-menerus bagi dia.

Note :
Dalam training ini, pertama kali kita melihat bagaimana seorang Employee (E) atau posisi kita saat ini untuk belajar masuk menjadi seorang S. S adalah mereka yang membuka usaha sendiri dan mengerjakan sendiri. Lalu kita bergerak menjadi seorang B, dimana kita nanti diperkenalkan dengan sistem yang mendukung usaha kita yang disebut franchise atau waralaba. Dengan franchise ini kita bisa membangun banyak usaha yang memperbesar jaringan usaha kita.

Pindah kuadran dari E ke S atau B, memerlukan waktu. Anda yang pindah dari seorang pekerja ke seorang pebisnis memerlukan proses untuk belajar. Saya menganjurkan anda meluangkan waktu dan biaya [harus!] untuk memulai proses kepindahan anda. Kuadran yang berbeda memerlukan ketrampilan yang berbeda. Anda harus belajar dan hal ini tidak bisa seketika terjadi.

Di kantor, utamakan membangun pasar bagi masa depan bisnis anda. Misalnya anda mantap ingin mulai bisnis catering, jangan ragu-ragu mencetak kartu nama dan berikan kepada orang yang anda kenal. Biarkan satu persatu orang mengenal anda dengan bisnis yang anda miliki. Lihat bila usaha anda berkembang, pesanan mulai rutin, dan income dari bisnis ini sudah jauh diatas penghasilan dari kantor, maka itulah saat anda untuk full menekuni bisnis impian anda. Proses marketing ini memang tidak bisa sebentar, tapi mulailah dari sekarang ! dan nikmatilah prosesnya.

IDE BISNIS

Bagaimana mencari sebuah ide bisnis ?. Caranya banyak !.

a. Anda bisa menggali dari diri sendiri. Apa hobby anda ? Misalnya anda suka memasak. Coba anda mulai berpikir membuka usaha nasi goreng atau seafood. Bagaimana dengan bakso dan mie ayam ? rata-rata keuntungan bersih bisnis makanan bisa mencapai 50 persen dari harga jual ke konsumen. Kalau anda hobby kerajinan tangan, kenapa tidak anda garap dengan serius untuk dijual ke pasar. Bisa mulai lewat teman-teman anda di kantor, perkumpulan sosial, dll. Banyak sekali orang sukses karena mengembangkan hobby. Mereka serasa tidak bekerja, tapi sedang menjalankan kesenangannya.

b. Jalan-jalan ke toko buku. Disana banyak buku-buku berisi ide-ide usaha. Ada buku beternak ayam, ada buku cara memelihara ikan, dan sebagainya. Itu semua adalah ide bisnis yang dapat anda garap dan menghasilkan income
besar.

c. Jika benar-benar kehabisan ide, coba jalan-jalan bersama pasangan keliling daerah anda sewaktu libur. Lihat, ada usaha apa saja disekitar anda ? anda bisa mencontoh. Pasti banyak usaha yang bisa ditiru. Usaha makanan, salon, laundry, toko buku, jual bunga, agen koran, dan sebagainya. Catat semua itu dan bahas bersama pasangan anda.

Pilih satu yang mantap di hati anda. Gali terus informasi yang berkaitan dengan usaha yang akan anda jalani. Gunakan semua media komunikasi untuk mencari tahu. Bisa ke perpustakaan, toko buku, bertanya kepada teman dan saudara atau bahkan bisa berdiskusi di forum-forum internet.

Pada waktu anda membaca makalah saya ini, mungkin jantung anda sudah berdebar-debar ingin segera menjadi pengusaha. Tapi diingatkan, banyak orang yang hanya selesai sampai jantung berdebar-debar saja, dan tidak ada tindak lanjutnya. Kalau anda mau bebas financial dan memiliki income tinggi, segera terjun ke lapangan menjadi pengusaha sebenarnya.

Waktu saya memulai bisnis mie gerobak, saya mencadangkan biaya selama 6 bulan tidak mendapatkan penghasilan. Saya anggap selama 6 bulan itu rugi, dan orang hanya mencoba-coba dulu. Anggap waktu selama itu dipakai untuk promosi dan mengumpulkan pelanggan. Ternyata sekitar 4 bulan, pelanggan sudah mulai rutin dan bulan berikutnya sudah mulai impas.

[bersambung..]