Thursday, February 25, 2016

Jakarta kekurangan fasilitas ini : Toilet berbayar

Publikasi di:
http://www.kompasiana.com/dwim/jakarta-kekurangan-fasilitas-ini-toilet-berbayar_56d001c53097735e10165ea4

Pagi ini saya membaca berita tentang pemerintah Kamboja membangun toilet senilai setengah milyar rupiah untuk menyambut kunjungan Putri Maha Cakri Sirindhorn dari Thailand. Yang ironisnya tidak digunakan sama sekali oleh sang putri. Beritanya ada disini. Setelah membaca berita ini, terbersit ide menulis untuk dituangkan di Kompasiana tercinta.  

Buat warga Jakarta, yang sedang kebelet pipis atau BAB di tengah jalan, apa yang harus anda lakukan ?. Sebagai penduduk ibukota, anda terbiasa untuk mencari sebuah mall atau terminal. Dan disana anda akan bertanya dimana toilet terdekat. Atau alternatif lain, anda mampir di sebuah rumah makan dan meminjam kamar kecilnya. Kalau di tengah perjalanan dengan mobil, anda akan berhenti di SPBU terdekat. Pasti ada toilet di lingkungan SPBU.

Tapi bagaimana dengan turis asing yang sedang berjalan-jalan menikmati ibukota ? Mereka tidak semudah anda bertanya kesana-kemari. Dan parahnya ibukota Jakarta memang kekurangan fasilitas yang penting ini : toilet berbayar.

Saya memang tidak terlalu bepergian ke luarnegeri. Kalau ke luarnegeri, paling-paling jika ada tugas dari kantor saja. Namun saya terkesan dengan fasilitas toilet-toilet berbayar yang disediakan di tempat umum di sana. Buat kami orang Asia yang kebelet pipis atau BAB di negeri asing, cari saja tempat toilet umum seperti gambar di bawah.

Disain toiletnya manis dan tidak menyerupai WC-WC umum milik kita di Indonesia.


Contoh toilet berbayar di kota Oslo [living-by-chance.blogspot.com]


Ini fasilitas toilet berbayar di Toronto [blogto.com]
Situasi di dalamnya dijamin rapi, resik dan juga harum. Memang toiletnya tidak gratis. Kita harus bayar untuk dapat membuka kunci toilet-nya. Tapi ini sepadan daripada kita harus numpang pipis di restoran-restoran. Kalau urusan kebelet, rasanya di Jakarta bayar beberapa ribu rupiah tidak masalah kok.


Tampak dalam sebuah toilet berbayar [blogto.com]


Bayar toiletnya tidak mahal kok [pinteres.com]

Saran buat pejabat di Pemprov DKI, bagaimana bila mulai dianggarkan untuk mulai menyediakan toilet-toilet berbayar di tempat-tempat public di Ibukota ?. WC umum yang ada saat ini sudah waktunya dirombak dengan disain yang elegan dan unik seperti konsep toilet berbayar di negara lain. Untuk mencegah adanya aksi corat-coret atau pemakai yang tidak membersihkan toilet, bisa direkrut tenaga penjaga toilet. 

Saya teringat tenaga penjaga parkir ibukota yang mengawasi meteran parkir ibukota, bisa digaji di atas UMR. Nah tenaga toilet yang mengawasi beberapa toilet di satu kawasan tentunya bisa juga diupah setara UMR. Satu penjaga bisa berputar dengan sepeda mengawasi toilet-toilet berbayar yang menjadi tanggungjawabnya.
 
Untuk pembayaran penggunaan toilet, bisa dengan uang receh atau memakai kartu e-Payment (Flazz, e-Money, dll).
Yang simple ini kayaknya cocok untuk Jakarta ? [shelley.bump.us]




Toilet terbuka ini mengajar para cowok supaya tidak pipis di pohon [timlikestotravel.blogspot.com]

Penempatan toilet berbayar bisa dimulai di dekat terminal Busway. Lalu disediakan di setiap taman dan area publik, terutama di jalan yang sering dilewati turis wisatawan. Dengan tersedianya fasilitas ini, maka DKI Jakarta akan lebih ramah wisatawan dan mendukung program-program pemerintah pusat untuk menggalakan income dari dunia wisata.

No comments:

Post a Comment