Langsung ke konten utama

Pertama Kali Memesan Hotel di Singapura memakai Aplikasi Traveloka.






 

Suatu siang di kantor. 

Meluncurlah sebuah email dari boss di kantor. "Dwi, tanggal 14 Mei sampai 18 Mei 2018, kamu dan Donny ikut Training ke Singapura. Segera pesan Tiket Pesawat dan Hotel. Nanti biayanya saya transfer".

Waduh. Bagaimana caranya pesan Hotel di luarnegeri ya ? Selama ini daku hanya sering memesan hotel untuk liburan keluarga di sekitar Puncak memakai aplikasi Traveloka. Apa iya si Traveloka ini bisa dipercaya untuk memesan hotel di luarnegeri ?. Apalagi daku adalah orang yang tidak mau memakai kartu kredit. Apa si Agoda, Expedia, Booking.com itu bisa pakai transfer ya ?.

Karena ini sudah merupakan perintah dari si boss, maka daku mulai searching kesana-kemari mencari hotel yang dekat lokasi training, dan tiket pesawat yang mur-mer alias murah meriah. Sudah bolak-balik pakai Trivago yang kata TV bisa membandingkan harga puluhan situs, eh masih mahal juga. Yang bikin daku tertarik hanya di PegiPegi dan Traveloka. Karena harga murah, dan sama-sama bisa pakai transfer.

Namun, setelah membandingkan lebih teliti, daku memilih paket yang disediakan Traveloka. Pesawat yang daku pilih adalah Lion Air, pulang-pergi Jakarta-Changi. Dan hotel yang aku pilih adalah Aqueen Hotel di Paya Lebar, Singapore.

Begitu daku mengisi data lengkap di Traveloka, langsung muncul pembayaran yang bisa memakai Transfer. Siiipp..., daku pilih Transfer memakai BCA. Untuk hotel diberi waktu transfer sekitar 1 jam, dan untuk pesawat diberi waktu agak panjang sekitar 2 jam. Dan setelah dibayar, eh dalam waktu 5 menit voucher hotel dan tiket pesawat sudah muncul. Mantap ini....

Aku print semua tiket pesawat dan juga voucher hotel. Untuk jaga-jaga.

Tanggal 14 Mei, ketika daku hendak check-in di meja Lion Air di Bandara Soekarno-Hatta, ternyata mereka hanya butuh melihat paspor-ku saja. Dan di komputer mereka, namaku sudah terdata. Kertas print yang daku bawa, tidak diperlukan sama sekali.

Demikian pula sore harinya, ketika daku mendarat di Changi Singapore dan sampai di hotel Aquuen Paya Lebar, petugas resepsionis hanya meminta paspor saja. Dan dia memeriksa di komputernya. Disinilah daku deg-degan habis-habisan. Bagaimana kalau ternyata Traveloka sedang error dan daku tidak bisa masuk ke hotel malam ini ? Soalnya, inilah pertama kali daku memesan hotel luarnegeri memakai Traveloka.

Ternyata petugas resepsionis tersenyum ramah. Dan dia berkata dalam bahasa Inggris. "Baik, Mr Sudono. Ini kartu room anda. Anda sudah membayar semua". Weeeh, lega sekali. Jadi daku bisa training dengan tenang. Kamar sudah dibayar. Traveloka sudah menjalankan fungsinya dengan baik.





Singkat kata. Perjalanan pulang pergi naik Lion Air dan menginap di Hotel Aqueen Paya Lebar berjalan dengan nyaman dan memuaskan.

Saya berterima kasih kepada Traveloka. Dan saya bisa menjalankan tugas yang diberikan atasan dengan baik. Untuk inilah saya menuliskan pengalaman ini di blog, dan eh... saya tidak dibayar oleh Traveloka untuk tulisan ini lho ya... Jadi ini memang tulisan obyektif dari seorang klien Traveloka yang puas.

Kemungkinan dalam bulan-bulan mendatang, saya pasti akan diberi perintah oleh atasan untuk tugas keluar negeri lagi. Dan pastinya pilihan pertama saya adalah memakai aplikasi Traveloka. Harganya murah, bisa pakai transfer (bukan kartu kredit) dan beneran terbukti di luarnegeri.

Terima kasih Traveloka.


 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mas Dwi, kemarin download video Ariel-Luna Maya ya ??

Kemarin siang, HP saya berbunyi. Ada tulisan penelponnya, "Kang Mas Yonatan". Weleh, ini telepon dari Surabaya. Dari mas Yonatan. "Halo mas Dwi !". Suara ceria-nya kangmas Yonatan terdengar jelas di telepon. "Mas, barusan download video-nya Ariel Peterpan ya ?". Sejenak saya bengong. Perasaan saya sama sekali tidak tertarik untuk tahu soal video porno artis-artis itu. Membaca saja ogah, apalagi ikutan mencari dan bahkan sampai mendownload segala. "Ariel Peterpan ?. Aku gak suka download porno-porno mas. ". Langsung mas Yonatan ngakak di telepon. "Bercanda kok, mas Dwi. Tapi saya melihat aktivitas mas Dwi di internet. Mas membookmark situs-situs Wordpress.com dan masuk ke corong.com. Apa betul ?". Jantung saya berdebar. Kok dia bisa tahu ya ?. "Bener mas Yo. Kok bisa tahu gitu sih ?". Pembicaraan berlanjut. Ternyata pagi ini mas Yonatan login ke Yahoo Mail-nya. Dan disana dia melihat ada info Update dari teman-temannya. P

Mengunjungi UI Open Day - Sabtu 27 Februari 2016

Sabtu pagi ini, aku dan sekeluarga sejak pukul 09.30 meluncur ke UI Depok untuk mengunjungi acara UI Open Day. Tujuannya tentu saja untuk memotivasi si kakak dalam menentukan jurusan kuliah yang akan ditekuninya tahun depan. Acaranya sangat ramai, dan dilangsungkan di Balairung UI. Hanya berputar-putar sebentar disana, lalu aku mengajak keluarga untuk tour sendiri ke Fakultas Teknik dan Fakultas MIPA. Anakku tidak ikutan tour bersama di Balairung. Aku saja yang jadi guide-nya. Secara d aku pernah kuliah di FTUI  7 tahun hehehe. Masak enggak hapal sih sama peta UI ?. Muter aja se ndiri sama keluarga. Di Teknik, sempat mencicipi nasi Tongseng Sapi di Kantin. Dan sebentar melepas kangen duduk di bangku di jurusan Elektro. Ini adalah foto si kakak ketika melihat pameran di Jurusan Kimia FMIPA UI. Katanya dia ingin masuk Teknik Kimia atau Kimia UI. Semoga tercapai cita-citamu, nak... Suasana UI Open Day di Balairung (dari web FIK UI) :  

Dari PSB SMA, ketika anakku diterima di SMAN kesayangannya.

Tahun 2014, anakku Hizkia masuk ke SMA. Rasanya baru kemarin dia masuk SMP, dan bahkan aku belum sempat mengupdate blog oret-oretan ini setelah dia berjuang lulus dari sekolah dasarnya. Duh, cepatnya waktu berlalu. Sekarang dia sudah masuk SMA Negeri 67 di Halim, Jakarta Timur. Dan untuk mendukung studinya maka aku dan isteri memutuskan pindah ke Otista agar lebih dekat dengan sekolahnya. Si kecil Rachel pun aku pindahkan sekolahnya ke SDN Cipinang Cempedak 05. Di bawah ini adalah arsip web PSB ketika Hizkia diterima di SMA 67. Untuk kenang-kenanganku....