Langsung ke konten utama

Pengalaman Memakai jasa ListriQu di PLN Mobile.

Ada pengalaman mengesankan memakai jasa ListriQu di aplikasi PLN Mobile.

Senin siang tanggal 11 Oktober 2021 tiba-tiba salah satu MCB listrik di rumah muncul percikan api, dan sebagian rumah menjadi padam. Ini penampakan MCB di rumahku, yang nomor 3 dari kiri sudah gosong di bagian bawahnya.


Di saat itu sambil bengong memikirkan bagaimana memperbaiki masalah ini, tiba-tiba teringat ada sahabat yang kebetulan menjadi petinggi PLN saat ini. Aku hubungi temanku ini lewat whatsapp, menanyakan apakah di PLN ada jasa untuk memperbaiki listrik korslet seperti ini ?. Temanku menjawab bahwa di PLN ada kok jasa untuk seperti ini. Coba download aplikasi PLN mobile, dan masuk menu ListriQu katanya.

Setelah aku download, memang ada menu ListriQu disana.


Langsung saja aku masukkan pengaduan, dan dalam 5 menit ada petugas bernama pak Arifin menghubungi lewat chatting whatsapp. Minta aku share lokasi di whatsapp, dan katanya akan segera meluncur. Ini penampakan di aplikasi ListriQu PLN Mobile. Mirip kalau pesan Gofood deh hehehe.


Pak Arifin tiba dalam waktu 30 menit. Kebetulan sekali, saat itu waktu sudah hampir magrib. Senang sekali pengaduanku dengan cepat ditanggapi.


Karena ada MCB yang harus diganti, maka aku beli MCB 10 ampere di pasar dekat rumah. Harganya hanya Rp 50 ribuan. Dan setelah diganti dan dirapikan, dalam 30 menit semua beres.

Tagihan total dari aplikasi ListriQu yang harus dibayar adalah sekitar Rp 159.500. Karena puas, aku berikan tip sekedarnya kepada pak Arifin.


Menurutku biaya ini murah sekali. Dan respon yang cepat itu membuat aku puas, sehingga malam ini rumah tidak gelap dan anak-anak bisa tidur dengan AC.

Intinya PUAS banget dengan pelayanan ListriQu dari PLN Mobile. Terima kasih ListriQu dan PLN Mobile

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mas Dwi, kemarin download video Ariel-Luna Maya ya ??

Kemarin siang, HP saya berbunyi. Ada tulisan penelponnya, "Kang Mas Yonatan". Weleh, ini telepon dari Surabaya. Dari mas Yonatan. "Halo mas Dwi !". Suara ceria-nya kangmas Yonatan terdengar jelas di telepon. "Mas, barusan download video-nya Ariel Peterpan ya ?". Sejenak saya bengong. Perasaan saya sama sekali tidak tertarik untuk tahu soal video porno artis-artis itu. Membaca saja ogah, apalagi ikutan mencari dan bahkan sampai mendownload segala. "Ariel Peterpan ?. Aku gak suka download porno-porno mas. ". Langsung mas Yonatan ngakak di telepon. "Bercanda kok, mas Dwi. Tapi saya melihat aktivitas mas Dwi di internet. Mas membookmark situs-situs Wordpress.com dan masuk ke corong.com. Apa betul ?". Jantung saya berdebar. Kok dia bisa tahu ya ?. "Bener mas Yo. Kok bisa tahu gitu sih ?". Pembicaraan berlanjut. Ternyata pagi ini mas Yonatan login ke Yahoo Mail-nya. Dan disana dia melihat ada info Update dari teman-temannya. P

Mengunjungi UI Open Day - Sabtu 27 Februari 2016

Sabtu pagi ini, aku dan sekeluarga sejak pukul 09.30 meluncur ke UI Depok untuk mengunjungi acara UI Open Day. Tujuannya tentu saja untuk memotivasi si kakak dalam menentukan jurusan kuliah yang akan ditekuninya tahun depan. Acaranya sangat ramai, dan dilangsungkan di Balairung UI. Hanya berputar-putar sebentar disana, lalu aku mengajak keluarga untuk tour sendiri ke Fakultas Teknik dan Fakultas MIPA. Anakku tidak ikutan tour bersama di Balairung. Aku saja yang jadi guide-nya. Secara d aku pernah kuliah di FTUI  7 tahun hehehe. Masak enggak hapal sih sama peta UI ?. Muter aja se ndiri sama keluarga. Di Teknik, sempat mencicipi nasi Tongseng Sapi di Kantin. Dan sebentar melepas kangen duduk di bangku di jurusan Elektro. Ini adalah foto si kakak ketika melihat pameran di Jurusan Kimia FMIPA UI. Katanya dia ingin masuk Teknik Kimia atau Kimia UI. Semoga tercapai cita-citamu, nak... Suasana UI Open Day di Balairung (dari web FIK UI) :  

Dari PSB SMA, ketika anakku diterima di SMAN kesayangannya.

Tahun 2014, anakku Hizkia masuk ke SMA. Rasanya baru kemarin dia masuk SMP, dan bahkan aku belum sempat mengupdate blog oret-oretan ini setelah dia berjuang lulus dari sekolah dasarnya. Duh, cepatnya waktu berlalu. Sekarang dia sudah masuk SMA Negeri 67 di Halim, Jakarta Timur. Dan untuk mendukung studinya maka aku dan isteri memutuskan pindah ke Otista agar lebih dekat dengan sekolahnya. Si kecil Rachel pun aku pindahkan sekolahnya ke SDN Cipinang Cempedak 05. Di bawah ini adalah arsip web PSB ketika Hizkia diterima di SMA 67. Untuk kenang-kenanganku....