Langsung ke konten utama

Postingan

Membeli SIM Card M1 di Singapura lewat Aplikasi Traveloka.

Tulisan ini sebenarnya terkait dengan pengalaman sebelumnya disini : http://oret-oretan-kehidupan.blogspot.co.id/2018/05/pertama-kali-memesan-hotel-di-singapura.html Beberapa kali sebelumnya, daku hanya sebentar bepergian keluar negeri untuk urusan tugas kantor. Training dua bulan sebelumnya cuma 1 malam saja menginap di Singapore. Dan daku tidak memikirkan soal Hape yang blank ketika di Singapore. Biar sajalah blank, tidak usah roaming-roamingan. Mahal. Lagipula nanti di Hotel dan tempat training kan ada wifi gratis untuk chattingan dengan keluarga di Jakarta. Nah, kali berbeda. Daku akan berada di Singapore hampir 1 minggu. Dan ada sedikit waktu untuk jalan-jalan mencari oleh-oleh buat anak-anak. Mau tidak mau, Hape harus nyala terus. Bisa gawat nanti kalau tidak bisa membuka Google Map. Kalau nyasar, tanya ke siapa coba ?.  Mulailah daku browsing kesana-sini mencari informasi soal Wifi dan SIM Card Singapore. Ada yang menarik soal sewa Wifi di Singapore. Tapi ternyata harus

Pertama Kali Memesan Hotel di Singapura memakai Aplikasi Traveloka.

  Suatu siang di kantor.  Meluncurlah sebuah email dari boss di kantor. "Dwi, tanggal 14 Mei sampai 18 Mei 2018, kamu dan Donny ikut Training ke Singapura. Segera pesan Tiket Pesawat dan Hotel. Nanti biayanya saya transfer". Waduh. Bagaimana caranya pesan Hotel di luarnegeri ya ? Selama ini daku hanya sering memesan hotel untuk liburan keluarga di sekitar Puncak memakai aplikasi Traveloka. Apa iya si Traveloka ini bisa dipercaya untuk memesan hotel di luarnegeri ?. Apalagi daku adalah orang yang tidak mau memakai kartu kredit. Apa si Agoda, Expedia, Booking.com itu bisa pakai transfer ya ?. Karena ini sudah merupakan perintah dari si boss, maka daku mulai searching kesana-kemari mencari hotel yang dekat lokasi training, dan tiket pesawat yang mur-mer alias murah meriah. Sudah bolak-balik pakai Trivago yang kata TV bisa membandingkan harga puluhan situs, eh masih mahal juga. Yang bikin daku tertarik hanya di PegiPegi dan Traveloka. Karena harga murah, dan sama-s

Membuat Paspor sampai ke Kota Serang.

Kali ini daku ingin menuliskan pengalaman yang selalu tertunda penulisannya. Yaitu ketika membuat Paspor hingga ke Kota Serang, Banten.  Lewat pengalaman ini, daku baru yakin bahwa ternyata Kantor Imigrasi tidak seperti dulu lagi. Sekarang ini, kantor Imigrasi sangat profesional, tidak ada uang macam-macam (kecuali yang resmi) dan jelas prosesnya. Pokoknya beda dengan jaman dulu. Tanggal 5 Maret 2018, daku pagi-pagi datang ke Kantor Imigrasi Jakarta Timur. Daku pikir prosedurnya sama seperti jaman dulu. Tinggal bawa berkas dan antri. Tapi ternyata daku salah. Orang-orang yang antri saat ini ternyata sudah 'booking' nomor sejak jauh-jauh hari. Ibu-ibu petugas dengan sabar dan baik memberi penjelasan padaku untuk mendownload aplikasi di android. Namanya Antrian Paspor. Disitu daku bisa mendaftar kapan bisa datang ke sebuah kantor Imigrasi. Alamak, ternyata jadwal yang tersedia untuk Kantor Imigrasi Jakarta Timur adalah minggu depan tanggal 15 Maret. Padahal aku sudah haru

Rachel mengikuti Try Out SD di Gramedia

Dear semuanya... Sudah lama tidak mengupdate blog ini. Hampir lupa bahwa dulu membuat blog ini untuk mencatat milestone yang pernah dilewati selama kehidupan. Kali ini mau cerita tentang anak putriku, Rachel.  Saat ini dia masih kelas 5 di SDN Cipinang Cempedak 05 pagi. Masih ada waktu satu tahun lagi sebelum dia mengikuti UN di sekolahnya, dan melaju ke SMP pilihannya. Tapi daku sudah mempersiapkannya dengan memberi buku-buku latihan UN di Gramedia, dan setiap Sabtu atau Minggu harus ada waktu mendampingi dia melatih soal-soal UN yang sudah disediakan di buku. Sejauh ini kemajuannya lumayan pesat. Walau masih kelas 5, dia hanya salah 2 atau 3 soal dari UN tahun-tahun lalu yang harusnya untuk kelas 6. Tibalah waktunya, dimana daku melihat ada jadwal Try Out untuk kelas 6 SD di Gramedia Matraman. Waktunya adalah 15 April 2018 pukul 08.00. Bayarnya hanya Rp 95.000. Aku pikir, inilah saatnya melihat secara obyektif kemampuan Rachel dalam Try Out ini. Apakah dia sudah cukup siap ?

Deg-degan Menantikan SBMPTN 2017

Baru kali ini merasakan menjadi orangtua yang melihat anaknya berjuang menembus SBMPTN. Berminggu-minggu daku ikut stress menunggu pengumuman SBMPTN tanggal 13 Juni 2017. Dan hari ini semua sudah terjawab. Anakku masuk di jurusan pilihan pertamanya, Tek Kom FTUI. Terima kasih, Tuhan. . Persiapannya sudah daku lakukan sejak anakku kelas 11 di semester 2. Daku bawa dia ke Gramedia, untuk mulai diberikan buku-buku persiapan SBMPTN. Lalu aku a jak melihat kampus Teknik dan FMIPA UI sewaktu acara UI Open Day. Setelah ikut bimbel, tryout dan lain-lain -- daku ikut mengantarnya ujian SBMPTN di SMA 1 jalan Budi Utomo pagi-pagi buta. Dan hari ini semua jerih payahnya telah terbayar. Daku percaya tangan Tuhan memberkati usahanya untuk kuliah. Selamat buat anakku, Hizkia. Perjuangan menempuh masa depan baru akan dimulai.

Mengunjungi UI Open Day - Sabtu 27 Februari 2016

Sabtu pagi ini, aku dan sekeluarga sejak pukul 09.30 meluncur ke UI Depok untuk mengunjungi acara UI Open Day. Tujuannya tentu saja untuk memotivasi si kakak dalam menentukan jurusan kuliah yang akan ditekuninya tahun depan. Acaranya sangat ramai, dan dilangsungkan di Balairung UI. Hanya berputar-putar sebentar disana, lalu aku mengajak keluarga untuk tour sendiri ke Fakultas Teknik dan Fakultas MIPA. Anakku tidak ikutan tour bersama di Balairung. Aku saja yang jadi guide-nya. Secara d aku pernah kuliah di FTUI  7 tahun hehehe. Masak enggak hapal sih sama peta UI ?. Muter aja se ndiri sama keluarga. Di Teknik, sempat mencicipi nasi Tongseng Sapi di Kantin. Dan sebentar melepas kangen duduk di bangku di jurusan Elektro. Ini adalah foto si kakak ketika melihat pameran di Jurusan Kimia FMIPA UI. Katanya dia ingin masuk Teknik Kimia atau Kimia UI. Semoga tercapai cita-citamu, nak... Suasana UI Open Day di Balairung (dari web FIK UI) :  

Dari PSB SMA, ketika anakku diterima di SMAN kesayangannya.

Tahun 2014, anakku Hizkia masuk ke SMA. Rasanya baru kemarin dia masuk SMP, dan bahkan aku belum sempat mengupdate blog oret-oretan ini setelah dia berjuang lulus dari sekolah dasarnya. Duh, cepatnya waktu berlalu. Sekarang dia sudah masuk SMA Negeri 67 di Halim, Jakarta Timur. Dan untuk mendukung studinya maka aku dan isteri memutuskan pindah ke Otista agar lebih dekat dengan sekolahnya. Si kecil Rachel pun aku pindahkan sekolahnya ke SDN Cipinang Cempedak 05. Di bawah ini adalah arsip web PSB ketika Hizkia diterima di SMA 67. Untuk kenang-kenanganku....